News

Minta Warga Halteng Menahan Diri, Kapolda Malut: Penting Jaga Persaudaraan

Situasi keamanan di wilayah Patani Barat, Halmahera Tengah, Maluku Utara, tengah menjadi perhatian setelah terjadinya ketegangan antara warga Desa Banemo dan Desa Siben Popo.

Menyikapi kondisi ini, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, mengambil langkah cepat dengan menerjunkan personel Sat Brimob dan Samapta untuk membantu pengamanan serta mencegah meluasnya konflik.

Selain upaya pengamanan, Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Halmahera Tengah, untuk tetap tenang dan menahan diri. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Polda Maluku Utara juga telah membentuk tim khusus guna mengungkap penyebab dan pelaku di balik peristiwa ini. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya asumsi yang berpotensi memperkeruh suasana.

Ketegangan antarwarga ini diduga berawal dari ditemukannya seorang warga lanjut usia, Ali Abas (65), dalam kondisi meninggal dunia di area kebun pada Kamis, 2 April 2026. Peristiwa tersebut kemudian memicu keresahan yang berkembang menjadi saling kecurigaan di tengah masyarakat.

Untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, Kapolda telah memerintahkan Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, bersama jajaran terkait untuk turun langsung ke lokasi. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu meredam situasi sekaligus memberikan rasa aman bagi warga.

Kapolda menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara profesional dan adil tanpa memandang latar belakang pelaku. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil kesimpulan sendiri, terlebih mengaitkan peristiwa ini dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Persoalan ini sedang ditangani. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan. Mari kita serahkan prosesnya kepada aparat,” ujarnya.

Di tengah situasi yang sensitif, pesan damai menjadi sangat penting. Semua pihak diharapkan dapat menahan emosi, memperkuat komunikasi, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Maluku Utara.

Upaya bersama antara aparat dan masyarakat menjadi kunci untuk meredakan ketegangan, menghindari konflik yang lebih luas, serta memastikan bahwa keadilan dapat ditegakkan tanpa harus mengorbankan persaudaraan.

redaksi

Recent Posts

Pemkab Haltim dan Komisi III DPRD Konsultasi ke BPKP Malut, Bahas Hasil Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) bersama Komisi III DPRD melakukan kunjungan kerja ke BPKP Perwakilan…

1 jam ago

Bantah Tuduhan KDRT hingga Aborsi, Oknum Anggota Polres Halteng Tuding Istri Berselingkuh

Oknum anggota Polres Halmahera Tengah (Halteng) berinisial ZFW alias Bripda Zul akhirnya angkat bicara menanggapi…

2 jam ago

Kapolda Malut Rotasi 215 Perwira, Puluhan Lulusan Dikbang Polri Isi Jabatan Strategis

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi terhadap…

13 jam ago

Pergi Memanah Ikan, Warga Ternate Ditemukan Meninggal di Kedalaman 27 Meter

Seorang warga Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia setelah…

16 jam ago

Dua Proyek Infrastruktur Rp2,2 Miliar di Taliabu Mulai Dilelang

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai melelang dua paket…

1 hari ago

Banyak Usaha Perikanan di Taliabu Belum Berizin, DKP Enggan Menanggapi

Temuan banyaknya pelaku usaha perikanan yang belum mengantongi izin di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara,…

1 hari ago