Categories: News

Seruan Jurnalisme Damai untuk Konflik di Halmahera

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate menyerukan kepada seluruh insan pers untuk mengedepankan prinsip jurnalisme damai dalam meliput konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dalam situasi yang sensitif, jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ruang publik tetap sehat, tidak memperkeruh keadaan, serta tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat memicu ketegangan baru.

AJI Ternate mengimbau seluruh jurnalis agar bekerja secara profesional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik. Setiap informasi yang disajikan harus akurat, berimbang, serta melalui proses verifikasi yang ketat.

Jurnalis juga diminta untuk tidak mengumbar kebencian, tidak menggunakan narasi provokatif, serta menghindari penyebutan identitas yang dapat memperuncing konflik. Media harus menjadi penyejuk, bukan pemicu.

Selain itu, pemberitaan diharapkan berorientasi pada kepentingan publik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan persatuan. Ruang media harus digunakan untuk membangun pemahaman, bukan memperdalam perpecahan.

AJI Ternate menyampaikan keprihatinan mendalamu atas konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keselamatan masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, AJI Ternate menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengajak seluruh jurnalis untuk mengedepankan prinsip jurnalisme damai dalam setiap pemberitaan, serta tidak memperkeruh situasi melalui informasi yang provokatif atau tidak terverifikasi.
2. Menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, dengan memastikan setiap produk jurnalistik akurat, berimbang, tidak menghakimi, dan tidak menyesatkan.
3. Mengimbau media dan jurnalis untuk tidak mengumbar kebencian, termasuk menghindari penggunaan diksi yang memicu permusuhan serta tidak menonjolkan identitas kelompok yang dapat memperparah konflik.
4. Mendorong pemberitaan yang berorientasi pada kepentingan publik dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, perdamaian, serta upaya penyelesaian konflik secara damai.
5. Menolak segala bentuk tekanan dan intervensi terhadap kerja-kerja jurnalistik, serta menegaskan bahwa jurnalis harus tetap independen dan profesional.
6. Mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

AJI Ternate menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik yang sehat dan kondusif. Oleh karena itu, jurnalisme harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sumber konflik.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama.

redaksi

Recent Posts

Begini Respons Terpadu NHM dalam Penanganan Karhutla di Gosowong

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengerahkan tim tanggap darurat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan…

22 jam ago

Ipda Imam Pimpin Polsek Wasile Selatan, Peredaran Miras Jadi Perhatian

Ipda Imam Eko Akbar Yudha resmi menjabat sebagai Kapolsek Wasile Selatan, Polres Halmahera Timur, menggantikan…

1 hari ago

Mantan Bupati Halteng Dilaporkan ke Polda Malut, Dugaan Penipuan Rp3,05 Miliar

Mantan Bupati Halmahera Tengah (Halteng) berinisial EL alias Elang dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum…

2 hari ago

Safri Abdul Muin Pimpin Kejari Morotai, Diminta Kawal Pembangunan Bebas Korupsi

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pulau Morotai kini dijabat Safri Abdul Muin. Ia resmi menggantikan Dr.…

2 hari ago

BBM Langka di Pulau Taliabu, Dijual Rp35ribu Perliter

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Pulau Taliabu, Maluku Utara, kehabisan stok…

2 hari ago

Imbas Kenaikan Dollar, PAD di Pulau Taliabu Melemah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Pulau Taliabu, Maluku Utara…

2 hari ago