Advetorial

NHM Gandeng Dishut Malut Gelar Sosialisasi Penggunaan Kawasan Hutan di Wilayah Lingkar Tambang

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemanfaatan kawasan hutan dan lahan perkebunan, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bekerja sama dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Maluku Utara menggelar Sosialisasi Penggunaan Kawasan Hutan Blok Gosowong. Kegiatan ini berlangsung di dua desa lingkar tambang, yakni Desa Tabobo dan Desa Tomabaru.

Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bidang Perencanaan dan Penggunaan Kawasan Hutan Dishut Maluku Utara, Basyuni Tahir; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Utara, Yudihard Noya; serta Kapolsek Malifut, IPTU Miftah I. Saleh.

Dari pihak NHM, hadir perwakilan dari Departemen Lingkungan Rosmini Djufri, Departemen Government & Permitting Dodi W. Panudu dan Martha Larenggam, serta perwakilan NHM Peduli, Rustam Munawar. Kegiatan ini juga diikuti oleh perangkat desa dan masyarakat setempat.

Kegiatan dibuka oleh Basyuni Tahir, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif NHM dalam menggelar sosialisasi ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap skema Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PKKH) dan kewajiban perusahaan dalam pengelolaan kawasan tersebut.

“Negara memberikan kewenangan pengelolaan PKKH kepada NHM, namun hal ini juga diiringi dengan sejumlah kewajiban, seperti pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan perundang-undangan. Kami sebagai perwakilan pemerintah berkewajiban melakukan pengawasan serta menyampaikan informasi dan menerima masukan dari masyarakat,” jelas Basyuni. (Sabtu, 19 Juli 2025).

Senada dengan itu, Kepala DLH Halut, Yudihard Noya, juga memberikan apresiasi kepada NHM. Ia berharap melalui sosialisasi ini masyarakat dapat lebih memahami aturan terkait kawasan hutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Tabobo dan Tomabaru yang telah menerima kehadiran kami. Harapan kami, masyarakat tidak lagi membuka hutan atau berkebun di wilayah konsesi NHM karena hal tersebut akan bertentangan dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Perwakilan pemerintah desa dan warga, yakni Sekretaris Desa Tabobo Mahmud Adam dan warga Sahril Mokodongan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang jelas mengenai fungsi dan aturan penggunaan kawasan hutan.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Masyarakat kini lebih memahami aturan yang berlaku, dan ke depan tidak akan lagi melakukan penanaman baru di area konsesi NHM. Kami juga berharap Bapak H. Robert, selaku Presiden Direktur NHM, dapat memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat ini,” tutup Mahmud.

redaksi

Recent Posts

BPBD Maluku Utara Buat Imbauan Soal Peringatan Cuaca ekstrim Hingga Februari 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara mengimbau pada seluruh pemerintah di kabupaten dan kota…

6 jam ago

Ratusan Personel Polda Maluku Utara Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo

Sebanyak ratusan anggota Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menerima penghargaan Tanda Kehormatan dari Presiden Republik…

7 jam ago

Hadiri Rakornas Keuangan Daerah, Bupati Haltim Tegaskan Komitmen Akuntabilitas APBD

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, didampingi Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional…

8 jam ago

Kadisperindag Nonaktif Konsultasi Proses Hukum Proyek Cold Storage ke Polda Malut

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara nonaktif, Yudhitya Wahab, mendatangi Direktorat Reserse…

10 jam ago

Pemkab Morotai Kembali Raih Penghargaan UHC Award 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara kembali meraih apresiasi tingkat nasional atas komitmennya dalam…

11 jam ago

Iqbal Ruray: Pemprov Malut Harus Optimalkan Pendapatan Daerah

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Iqbal Ruray, meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan kewajiban keuangan daerah…

11 jam ago