News

Pegawai Demo, Desak Dirut PDAM Halmahera Utara Dicopot

Puluhan pegawai PDAM di Halmahera Utara, Maluku Utara menggelar unjuk rasa di Kantor PDAM Halut, pada Senin, 15 Desember 2024.

Massa mendesak agar Direktur Utama (Dirut) PDAM Halut, Mahmud U Assagaf dicopot dari jabatannya.

Dalam aksi itu, mereka membentangkan spanduk bertuliskan Meminta Dirut Segera Undur diri dari PDAM Halut dan Menuntut Hak-Hak kami segera dibayar. Spanduk protes ini dipasang pada bagian pagar kantor PDAM.

Koordinator unjuk rasa, Ronal R mengatakan bahwa aksi pemboikotan ini dilakukan lantaran pimpinan PDAM dinilai tidak transparan.

“Selama dua tahun ini hak-hak kami tidak dibayarkan oleh dirut, baik itu BPJS ketenagakerjaan, gaji pegawai dan masih banyak lagi yang belum diselesaikan,” ungkap Ronal.

Buntut hal itu, Ronal yang mewakili para pegawai mengaku mendesak agar Mahmud mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kami hanya meminta agar dirut angkat kaki dari kantor, karena selama dia menjabat tidak bisa menyelesaikan masalah, malah menambah masalah,” tukasnya.

Tak tanggung-tanggung, menurut Ronal, pihaknya akan memboikot pelayanan air bersih di Halmahera Utara apabila tuntutan mereka tidak terjawab.

Sementara itu, Dirut PDAM Halmahera Utara Mahmud U Assagaf mengatakan persoalan pembayaran operasional tergantung pembayaran pelanggan yang menggunakan air.

Dia mengaku setelah natal dan tahun baru keuangan di kantor PDAM cukup merosot sehingga pembayaran gaji di bulan Desember tertunda hingga sekarang.

“Terkait dari tuntutan mereka termasuk pangkat dan berkala itu semenjak direktur lama dan terbawah sampai sekarang, jadi kami sudah rencanakan untuk menyelesaikan pangkat dan berkala yang tertunda itu,” jelasnya.

Mengenai dirinya diminta untuk mengundurkan diri, Mahmud menegaskan menolak.

“Kalau hari ini perbuatan saya, ya saya siap undur diri atau pengelolaan PDAM tidak ada sama sekali itu saya siap lepas, tapi ingat jabatan direktur itu 4 tahun, jadi lepas atau tidak itu tergantung dari bupati, karena dia lah yang mengangkat dan berhentikan,” tegasnya.

Wakil Bupati Halut Muchlis Tapi Tapi, mengaku akan menindaklanjuti masalah ini setelah mempelajari tuntutan para pegawai.

“Setelah ini kami akan membuat rapat bersama dengan sekda, pimpinan OPD, Dirut serta perwakilan pegawai PDAM untuk mencari solusi,” kata Muchlis.

Ia juga meminta pelayanan terhadap masyarakat jangan sampai dihiraukan. Sehingga tidak menimbulkan efek baru lagi.

“Jadi walaupun ada aksi mogok kerja, namun hendaknya pelayanan terhadap masyarakat harus jalan,” pungkasnya.

——–

Penulis: Agus

Editor: Rian Hidayat 

redaksi

Recent Posts

Pansus II DPRD Ternate Finalisasi 2 Ranperda, Atur Cadangan Pangan dan Investasi Pro-UMKM

Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…

8 jam ago

Disdik Morotai Beri Penjelasan soal Bantuan Pendidikan tak Kunjung Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…

9 jam ago

Jaksa Kembali Periksa Sekda Malut, Dalami Kasus Korupsi Anggaran Mami dan WKDH

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…

10 jam ago

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…

14 jam ago

Bantuan Pendidikan 2023 Belum Disalurkan, HMI Morotai Desak Inspektorat Lakukan Audit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…

15 jam ago

Rizal Marsaoly: Pers Adalah Kunci Pembangunan Negeri

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…

16 jam ago