News

Pemkot Ternate Dirikan Posko Darurat Gempa, Sekda: Data Sedang Dihimpun

Pemerintah Kota Ternate bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan sekitar 7,6 magnitudo yang terjadi pada Kamis pagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan posko darurat berlokasi di Eks Kantor Wali Kota Ternate untuk menghimpun dan memperbarui data dampak bencana.

“Posko ini kami gunakan untuk mengupdate dan menghimpun informasi dari kejadian gempa pagi tadi. Kami juga diminta oleh Bapak Wali Kota untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama di Kecamatan Pulau Batang Dua yang terdampak,” ujar Rizal dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan sementara, sejumlah rumah ibadah dan rumah warga di Kecamatan Pulau Batang Dua mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Namun, data tersebut masih dalam tahap pendataan dan akan diumumkan secara resmi setelah melalui proses verifikasi.

“Data sementara sudah kami himpun, namun akan direkap dan diekspos setelah semuanya valid berdasarkan informasi lapangan,” katanya.

Selain di Batang Dua, dampak gempa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kota Ternate. Tercatat satu unit rumah di Kelurahan Gambesi mengalami kerusakan. Pemerintah kota saat ini masih melakukan pendataan lanjutan melalui perangkat kelurahan untuk memastikan kemungkinan adanya tambahan rumah terdampak.

Rizal menambahkan, kondisi di wilayah Kota Ternate secara umum masih terkendali dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

“Berdasarkan rilis BMKG, masyarakat diminta tetap waspada dan melakukan langkah mitigasi, seperti menghindari aktivitas di laut untuk sementara waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat di Kecamatan Pulau Batang Dua untuk menjauhi wilayah pesisir dan sementara waktu mencari lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.

“Himbauan sudah kami sampaikan melalui camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar warga tetap tenang, tidak panik, namun tetap siaga dan mengikuti arahan pemerintah,” jelasnya.

Meski sempat terjadi kepanikan warga pascagempa, hingga saat ini Pemerintah Kota Ternate belum menerima laporan adanya korban jiwa. Namun, proses pendataan terus dilakukan secara intensif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait.

Rizal juga menyebut, pemerintah kota berencana meninjau langsung lokasi terdampak di Pulau Batang Dua untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Data sementara menunjukkan ada sekitar dua hingga tiga rumah ibadah yang terdampak, serta sejumlah rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi. Namun, angka pasti masih menunggu hasil pendataan menyeluruh,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Kapolda Malut Rotasi 215 Perwira, Puluhan Lulusan Dikbang Polri Isi Jabatan Strategis

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan mutasi terhadap…

4 jam ago

Pergi Memanah Ikan, Warga Ternate Ditemukan Meninggal di Kedalaman 27 Meter

Seorang warga Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia setelah…

7 jam ago

Dua Proyek Infrastruktur Rp2,2 Miliar di Taliabu Mulai Dilelang

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai melelang dua paket…

17 jam ago

Banyak Usaha Perikanan di Taliabu Belum Berizin, DKP Enggan Menanggapi

Temuan banyaknya pelaku usaha perikanan yang belum mengantongi izin di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara,…

18 jam ago

Wamenkop Farida Tinjau Kesiapan KDMP di Ternate

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI, Farida Farichah, meninjau langusung kesiapan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

19 jam ago

Istri Polisi di Halteng Ngaku Alami KDRT hingga Keguguran, Bakal Laporkan Suami ke Polda Malut

Seorang anggota Bhayangkari berinisial F alias Febbry mengaku menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga…

2 hari ago