News

Pemkot Ternate Siapkan Pilot Project Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk

Pemerintah Kota Ternate terus mendorong inovasi dalam pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan PT Bio Agromitra Indonesia dalam pengembangan teknologi biokonversi sampah organik menjadi pupuk hayati organik cair.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, dan jajaran PT Bio Agromitra Indonesia yang berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Kamis, 11 Juni 2026.

Tauhid mengatakan, kerja sama antara Pemkot Ternate dan PT Bio Agromitra Indonesia telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, Kota Ternate menjadi salah satu daerah pertama di Maluku Utara yang menerima distribusi pupuk cair hasil biokonversi.

“Dulu saya datang langsung ke Batang Dua dan menjadi pembuka jalan distribusi pupuk cair yang ada di Ternate maupun Maluku Utara. Sekarang mereka kembali datang untuk melihat perkembangan sekaligus membahas potensi pengelolaan sampah yang dapat dikonversi menjadi pupuk cair,” ujarnya.

Menurut Tauhid, sinergi dengan PT Bio Agromitra Indonesia akan terus diperkuat melalui koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan organisasi perangkat daerah terkait.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Ternate berencana membangun lokasi percontohan atau pilot project pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi pengurangan volume sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

“Kalau memungkinkan ada satu titik yang menjadi pilot project untuk dikonversi menjadi pupuk cair. Harapan kita, program ini dapat mendukung upaya pengurangan sampah dan menjadi bagian dari cita-cita besar Kota Ternate mewujudkan lingkungan yang lebih bersih,” kata Tauhid.

Selain mendukung pengelolaan sampah, perusahaan tersebut juga berkomitmen melakukan pembinaan kepada petani melalui pemanfaatan pupuk organik hasil biokonversi.

Direktur Utama PT Bio Agromitra Indonesia, Isra Darma, menjelaskan bahwa program biokonversi telah masuk ke Kota Ternate sejak 2021 dan menjadi titik awal pengembangan program serupa di berbagai wilayah Maluku Utara.

“Setelah lima tahun berjalan, hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Saat ini kami sudah hadir di hampir sembilan kabupaten di Maluku Utara, dan semuanya berawal dari Ternate,” ungkapnya.

Isra mengatakan, salah satu fokus kerja sama yang akan kembali diperkuat adalah pengolahan sampah organik menggunakan teknologi larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Teknologi tersebut dinilai efektif mengurangi volume sampah organik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan.

“Model bisnis kami menggunakan maggot BSF untuk membantu menyelesaikan masalah sampah organik. Dari proses pengolahan itu dihasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Isra, pupuk hasil biokonversi juga akan diarahkan untuk mendukung program urban farming atau pertanian perkotaan. Melalui program ini, masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan keluarga.

Tak hanya menghasilkan pupuk, maggot BSF juga memiliki kandungan protein tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Potensi tersebut dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas protein pada telur dan daging ternak serta berkontribusi pada upaya pencegahan stunting.

Untuk mendukung keberhasilan program, PT Bio Agromitra Indonesia bersama Pemkot Ternate berencana melibatkan kelompok PKK dan dasawisma dalam pengumpulan sampah organik rumah tangga, terutama sisa olahan dapur yang menjadi penyumbang utama timbulan sampah.

“Pak Wali sangat mendukung. Ke depan kami akan melibatkan ibu-ibu PKK dan kelompok dasawisma untuk mengumpulkan sampah organik rumah tangga agar dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat,” tandas Isra.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang pemanfaatan pupuk organik hasil inovasi teknologi biokonversi sebagai solusi mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Ternate.

redaksi

Recent Posts

TPID Ternate Intens Lakukan Pengawasan Pasar

Pemerintah Kota Ternate memastikan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok terus dilakukan secara intensif…

6 jam ago

Jelang JKPI, Walkot Ternate Minta Kolam Landmark Ditutup untuk Perluas Area Kegiatan

Pemerintah Kota Ternate mulai melakukan penimbunan kolam air mancur di kawasan Landmark sebagai bagian dari…

6 jam ago

TNI di Morotai Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Target Beroperasi Tahun Ini

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (KDK) Merah Putih di Pulau Morotai, Maluku Utara terus digenjot. Saat ini,…

19 jam ago

Haltim Raih Predikat Istimewa dalam Penilaian Awal IRH 2026, Tertinggi di Maluku Utara

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat Istimewa (AA) dalam hasil…

21 jam ago

Antoine Roquentin: Semacam Muak Artifisial

Oleh: WDGafoer   Tak ada yang luar biasa dengan hal ini, inilah kesenangan kecil dari…

1 hari ago

Seorang ASN di Ternate Ditangkap Usai 11 Kali Lakukan Begal Payudara

Tim Resmob Gamalama Polres Ternate, Maluku Utara, menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial MZAK…

1 hari ago