Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman saat mendampingi para delegasi CSS mengunjungi Geopark Batu Angus. Foto: Ewin
Rangkaian kegiatan City Sanitation Summit (CSS) XXIII tahun 2025 di Kota Ternate, Maluku Utara, resmi dimulai pada Jumat, 29 Agustus 2025. Para pesertapun mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Rempah ini.
Dalam city tour ini, Pemkot Ternate mengenalkan tiga destinasi wisata unggulan yakni Kedaton Sultan Ternate, Geopark Batu Angus dan Danau Tolire.
Pantauan kru cermat, rombongan delegasi yang terdiri dari kepala daerah dan perwakilan peserta CSS disambut dengan jamuan makan siang dan salat Jumat di Masjid Sultan Ternate sebelum menuju lokasi wisata.
Di Kedaton Sultan Ternate, para tamu diperkenalkan dengan sejarah Kesultanan Ternate. Perjalanan berlanjut ke Geopark Batu Angus untuk melihat jejak letusan Gunung Gamalama, dan ditutup dengan kunjungan ke Danau Tolire yang disertai atraksi budaya bambu gila di Tolire Kecil.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, yang turut mendampingi rombongan menyampaikan bahwa peserta CSS yang hadir di hari pertama baru sebagian.
“Kurang lebih 80 peserta lainnya baru tiba besok, tetapi yang hadir hari ini terlihat antusias dan menikmati keberagaman yang ditampilkan,” ujarnya.
Rangkaian CSS XXIII akan berlanjut pada Sabtu, 30 Agustus 2025, yang menjadi malam puncak acara dengan agenda utama diskusi tematik, penandatanganan komitmen bersama, serta penampilan seni budaya daerah.
Penulis: Muhammad Ilham Yahya
City Sanitation Submmit (CSS) XXIII tahun 2025 Kota Ternate, Maluku Utara resmi dibuka oleh Wakil…
Oleh: Richard Ibrahim* Kepolisian Republik Indonesia yang saya hormati, Saya menulis surat ini dari…
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menerima penghargaan sebagai perusahaan dengan Penataan Lingkungan Terbaik di Kabupaten…
Staf Khusus (Stafsus) Bupati Halmahera Barat (Halbar), Afandi Kader, menanggapi aksi demonstrasi di PT Tri…
Malut United FC akan menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League musim 2025/2026 di…
Polres Pulau Morotai angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan belasan kubik kayu ilegal…