News

Polres Pulau Morotai Periksa Pemilik 18 Ton BBM hingga Kapten KM Three Angels 01

Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Morotai, Maluku Utara, telah melalukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Pemeriksaan itu dilakukan buntut dari kasus dugaan penyelundupan 18 ton BBM bersubsidi jenis solar menggunakan KM Three Angels 01.

5 saksi diperiksa karena Polres Pulau Morotai mendalami dugaan masalah pelayaran dan minyak dan gas bumi (Migas). Mereka yang diperiksa mulai dari kapten KM Three Angels 01, pemilik BBM, hingga ABK.

Kapal pengangkut 18 ton Solar ini tiba di Dermaga Desa Waringin, Morotai Selatan-Barat, pada Selasa pagi, 12 Maret 2024 kemarin dari Halmahera Utara.

Anehnya, nahkoda kapal mengaku tak mengetahui siapa pemilik BBM yang mereka angkut dari Tobelo ke Morotai. Kapal ini diketahui beroperasi untuk penangkap ikan, tetapi disalah gunakan untuk mengangkut BBM.

“Yang diperiksa mulai ABK, Kapten dan pemilik minyak,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, Iptu Ismail Salim, saat dikonfirmasi, Sabtu, 16 Maret 2024.

Dalam kasus ini, Salim memastikan surat penyelidikan telah diterbitkan sehari sebelum Kapal pengangkut BBM ini ditangkap.

“Adminitrasi penyelidikannya sudah terbit 1 hari sebelum tertangkap,” akuinya.

Disentil dengan adanya oknum anggota Polres Pulau yang menelpon Babinsa, ia menyebut itu untuk berkoordinasi melakukan pembongkaran barang bukti dari kapal untuk diamankan. “Cuman itu mungkin salah paham,” pungkasnya.

—-

Penulis: Samsul Laijou

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

1 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

14 jam ago

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan dan regulasi yang…

18 jam ago

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

2 hari ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

2 hari ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

3 hari ago