News

Produsen di Ternate Sebut Kelangkaan Solar Bikin Harga Tahu dan Tempe Melonjak

Menjelang Hari Raya Iduladha, warga Kota Ternate harus bersiap menghadapi kenaikan harga sejumlah bahan pangan pelengkap, khususnya tahu dan tempe. Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya biaya produksi, terutama akibat kelangkaan BBM jenis solar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga tempe yang sebelumnya dijual Rp2.500 per biji kini naik menjadi Rp4.000 per biji. Sementara harga tahu berada di kisaran Rp3.000 per biji. Kenaikan tersebut telah terjadi dalam dua pekan terakhir.

Pengelola UD Kawisari atau Tahu Jambula, Tri Widodo, mengatakan kondisi ini sulit dihindari karena biaya produksi terus membengkak. Selain harga kedelai yang fluktuatif, kelangkaan solar menjadi persoalan utama yang paling membebani pelaku usaha.

Menurutnya, solar subsidi yang biasa digunakan untuk operasional mesin produksi kini sulit diperoleh. Akibatnya, para produsen terpaksa beralih menggunakan Dexlite dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Solar sekarang susah didapat. Terpaksa kami pakai Dexlite yang harganya bisa sampai Rp26 ribu per liter. Itu yang bikin biaya produksi naik dan kami jadi kewalahan,” ujar Tri, Rabu, 20 Mei 2026.

Tingginya biaya operasional membuat para pengrajin harus mencari cara agar usaha tetap berjalan. Sebagian produsen memilih memperkecil ukuran tahu dan tempe dibanding menaikkan harga terlalu tinggi yang dikhawatirkan membuat pembeli berkurang.

Di sisi lain, momentum menjelang Iduladha yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat justru belum terasa tahun ini. Para pedagang mengaku daya beli warga menurun karena hampir seluruh harga kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan.

“Biasanya jelang lebaran permintaan naik, tapi sekarang justru sepi. Daya beli masyarakat menurun karena harga barang di pasar juga ikut naik,” tambahnya.

Para pelaku industri rumahan berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan solar subsidi. Mereka menilai kestabilan pasokan BBM sangat penting agar usaha kecil seperti produksi tahu dan tempe tidak terus tertekan oleh tingginya biaya energi dan fluktuasi ekonomi.

redaksi

Recent Posts

Polres Halut Tetapkan Afrida Ngato Sebagai DPO, ini Kata Komnas HAM

Saurlin P Siagian, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)…

9 jam ago

Kejari Ternate Musnahkan 2,32 Kilogram Ganja dan 140,3556 Gram Sabu

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara, kembali memusnahkan barang bukti dari sejumlah perkara tindak pidana…

11 jam ago

Seleksi Duta Bahasa Malut 2026 Digelar, Pemenang Siap Wakili Daerah ke Nasional

Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara resmi menggelar tahapan seleksi Pemilihan Duta Bahasa tahun 2026. Para…

11 jam ago

Polres Halut Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Kematian Tiga Pendaki Gunung Dukono

Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, menetapkan seorang pemandu pendakian sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya tiga…

13 jam ago

Bukan Filmnya, Tetapi “Kita”

Oleh: Farhan F. Tan ADA sesuatu yang selalu ditakuti kekuasaan: warga mulai menemukan keresahannya yang…

14 jam ago

Sekda Ternate Apresiasi Kinerja BP2RD, ASN Berprestasi Diguyur Hadiah

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly memimpin langsung apel pagi dalam agenda “Rabu Menyapa” yang…

14 jam ago