News

Polres Halut Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Kematian Tiga Pendaki Gunung Dukono

Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, menetapkan seorang pemandu pendakian sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya tiga pendaki saat insiden erupsi Gunung Dukono.

Tiga korban yang meninggal dunia masing-masing adalah Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), warga negara Singapura, serta Anggel, warga negara Indonesia.

Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menggelar perkara dan menemukan dugaan kuat adanya unsur kelalaian dalam aktivitas pendakian yang berujung maut tersebut. Pemandu berinisial RS alias Reza resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Halmahera Utara, Iptu Rinaldi Anwar, membenarkan penetapan tersangka itu saat dikonfirmasi.

Menurut Rinaldi, polisi juga menghadirkan ahli pidana untuk memperkuat dugaan unsur kealpaan dan kelalaian yang dilakukan tersangka saat memandu para pendaki menuju kawasan rawan erupsi.

“Dari hasil gelar perkara dan fakta-fakta penyidikan yang ada, saat ini kami telah menetapkan RS alias Reza sebagai tersangka,” ujar Rinaldi, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selama proses penyidikan, polisi telah memeriksa 11 orang saksi, termasuk seorang ahli pidana. Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya hasil visum korban dan keterangan ahli.

“Reza sebelumnya masih berstatus saksi dan sempat meminta izin untuk menemui keluarganya di Ternate. Setelah gelar perkara, yang bersangkutan resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akan kami panggil,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, RS alias Reza dijerat Pasal 474 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Dalam pasal tersebut, kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia diancam pidana penjara maksimal lima tahun atau denda hingga Rp500 juta,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Cegah Dampak Asap Kebakaran, Dinkes Morotai Gelar Pembagian Masker

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulau Morotai, Maluku Utara, membagikan sekitar 5 ribu masker kepada masyarakat sebagai…

7 jam ago

Kebun Warga Terdampak Kebakaran, Satpol PP Morotai Ingatkan Bahaya Bakar Rumput Sembarangan

Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam beberapa hari terakhir mengancam…

8 jam ago

Kalamata Institute Bedah Rempah dari Sastra hingga Ambivalensi

Kalamata Institute menggelar Dialog Polifoni dengan mengangkat tema “Rempah dalam Sastra, Seni, Resiliensi, dan Ambivalensi”…

8 jam ago

Kebakaran Lahan di Wayabula Morotai, Puluhan Hektare Kebun Terdampak

Kebakaran lahan kebun terjadi di Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara,…

1 hari ago

​Kebakaran Hutan di Kawasan Taman Love Moya, 4 Pendaki Gamalama Terjebak

Kebakaran hutan hebat melanda jalur pendakian Gunung Gamalama, tepatnya di sekitar kawasan wisata Taman Love,…

1 hari ago

Belum Reda Kemarau dan Kebakaran Hutan di Malut

Kemarau yang belum sepenuhnya berakhir membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membayangi Maluku Utara.…

2 hari ago