Advetorial

Reses Perdana, Sultan Hidayat Serap Aspirasi Lembaga Adat Kesultanan Ternate

Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah menggelar reses perdananya bersama lembaga adat Kesultanan Ternate.

Reses tersebut melibatkan antara lain Bobato Dunia, Bobato Akhirat, Bobato 18, Kapita hingga Fanyira Kesultanan Ternate. Reses masa sidang I tahun sidang 2024-2025 ini berlangsung 20 hari mulai 29 Oktober sampai 17 November 2024.

Adapun tiga alat kelengkapan DPD yang melekat pada Sultan Hidayat Mudaffar Sjah, yakni Anggota Komite I, Badan Akuntabilitas Publik (BAP) dan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) di DPR RI.

Selama resesnya di Maluku Utara, Sultan Hidayat akan melaksanakan pengawasan sesuai kewenangan Komite I yang meliputi pelaksanaan UU, melakukan monitoring dan supervisi terhadap berbagai konflik agraria di Maluku Utara, serta menjalankan tugas Badan Akuntabilitas Publik di wilayah Maluku Utara.

“Saya menjadi anggota DPD, dan sebelumnya hingga saya berdomisili di sini tahun 82, saya tidak pernah melihat lembaga adat dikondisikan sebagai pelaku atau subjek dari pembangunan yang dilibatkan dalam proses pembangunan,” kata Hidayat usai reses di Pandopo Bala Kedaton Kesultanan Ternate, Kamis, 29 Oktober 2024.

Menurut dia, posisi lembaga adat di Maluku Utara sangatlah penting sehingga perlu untuk dilakukan dialog untuk mendengar aspirasi dari mereka.

“Karena selama ini tidak ada pelibatan lembaga adat. Seolah-olah ada semacam meminggirkan peran lembaga adat dalam konteks pembangunan sosial kemasyarakatan,” ucapnya.

Olehnya itu, peraih suara terbanyak pertama DPD RI di Kota Ternate di Pemilu 2024 ini mengaku bakal menjadikan lembaga adat sebagai subjek dalam poses pembangunan.

“Makanya dengan melihat fenomena itu terbesit di hati saya kalau saya jadi (terpilih) saya akan menjadikan lembaga adat sebagai sebuah subjek yang turut serta bersama-sama dengan subjek-subjek lainnya dalam proses pembangunan, mereka kita mintakan pendapatnya, kita mintakan aspirasinya untuk kita bawakan di lembaga formal,” jelasnya.

Selain itu, Hidayat mengungkapkan, dalam paripurna mendatang ada tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi fokus pembahasan, salah satunya RUU Masyarakat Adat.

“Kemarin saya dengar langsung pak Dasco abis paripurna itu, untuk agenda paripurna mendatang nanti ada tiga Rancangan Undang Undang (RUU) yang akan menjadi domain, domainnya DPR RI yang nantinya akan di paripurnakan dan disetujui, salah satunya RUU Masyarakat Adat. Jadi tinggal pembahasannya kebetulan saya di komite 1 baru saya ini perwakilan adat dengan pak Vinsen dan pak Penrad, maka kita akan ikut dan turut serta membahas itu,” ujarnya.

———-

Penulis: Muhammad Ilham Yahya

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

47 menit ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

1 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

3 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

4 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

5 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

7 jam ago