News

Sekda Malut Buka Workshop TPAKD: Transformasi Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Samsuddin Abdul Kadir, Sekertaris Daerah Maluku Utara, resmi membuka kegiatan Coaching Clinic dan Workshop Evaluasi Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Samsuddin menekankan pentingnya perubahan peran kepala daerah dari sekadar pengarah menjadi ketua pelaksana aktif, guna menjamin percepatan inklusi keuangan hingga ke tingkat desa.

Dia menyampaikan bahwa intervensi pemerintah kini bergeser dari model bantuan sosial menjadi pendekatan berbasis bisnis. Jika sebelumnya anggaran diberikan langsung kepada koperasi, kini pemerintah menginvestasikan dana negara melalui lembaga pendanaan (dana antara) yang disalurkan lewat bank-bank Himbara.

“Pemerintah memiliki kewajiban membuka pintu akses bagi masyarakat di pedesaan yang memiliki potensi dan kemampuan, namun terkendala modal serta ketidaktahuan prosedur keuangan,” kata dia.

Salah satu pencapaian strategis yang disoroti adalah keberhasilan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Maluku Utara. Melalui Satgas pembentukan koperasi, pemerintah daerah telah menyiapkan wadah bagi masyarakat untuk bertransformasi menjadi pengusaha melalui skema koperasi.

Untuk mendukung operasional koperasi tersebut, pemerintah melalui mitra strategis PT Agrinas tengah membangun gerai-gerai konstruksi baja di lahan-lahan yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Gerai ini diproyeksikan menjadi modal fisik bagi koperasi untuk memulai unit usahanya.

Menanggapi kendala terkait beban cicilan pinjaman yang dikhawatirkan pengurus koperasi, ia memaparkan adanya kesepakatan mengenai pemanfaatan dana desa sebagai solusi.

Dana desa akan dialokasikan untuk membantu proses cicilan ke bank Himbara, sehingga koperasi tidak terbebani secara langsung di masa awal pertumbuhan.

“Kita ingin koperasi ini bukan lagi sekadar lembaga bentukan pemerintah, tapi benar-benar menjadi unit bisnis yang mandiri, kompetitif, dan mampu menyejahterakan anggotanya,” tegasnya.

Melalui workshop ini, diharapkan seluruh TPAKD di Kabupaten/Kota segera mempercepat penyiapan lahan untuk pembangunan gerai-gerai koperasi lainnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pengurus koperasi menjadi kunci utama dalam memastikan dana sebesar Rp3 triliun yang dialokasikan di Himbara dapat terserap secara maksimal untuk pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

17 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

18 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

20 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

21 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

21 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

24 jam ago