News  

Siswa SRD 7 Kunjungi Kedaton, Sultan Tidore Ajak Tanamkan Cinta Tanah Air

Pertemuan tatap muka Sultan Tidore dan siswa SRD 7 dalam rangkaian kegiatan outing class. Foto: Istimewa

Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, SE., MM., menerima rombongan siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 7 Kota Tidore Kepulauan di Kedaton Kesultanan Tidore, Soasio, Kota Tidore Kepulauan, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam kesempatan itu, Sultan meminta para siswa dibina dengan menanamkan rasa cinta tanah air dan budi pekerti yang baik sebagai upaya memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tanamkan rasa cinta tanah air dan budi pekerti yang baik untuk anak-anak kita ini, terutama untuk menyongsong masa depan mereka dan memperkuat NKRI,” ujar Sultan di hadapan para siswa, guru, wali asrama, wali asuh, serta tenaga kependidikan lainnya.

Baca Juga:  Caleg NasDem Raih Suara Terbanyak di PSU TPS Tabona

Siswa SRD 7 yang berlokasi di Desa Ampera, Sofifi, mengunjungi Kedaton Kesultanan Tidore sebagai bagian dari rangkaian kegiatan outing class. Kegiatan ini juga diikuti para kadet atau mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) beserta pendamping yang telah melaksanakan pengabdian di sekolah tersebut selama dua pekan.

Selain bertatap muka dengan Sultan, para siswa berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Tidore melalui berbagai koleksi di dalam kedaton. Mereka mengamati singgasana, bendera kesultanan, koleksi pakaian Sultan dan permaisuri, peta, serta dokumentasi dan foto bersejarah yang menggambarkan hubungan Tidore dengan dunia luar, termasuk Spanyol dan Portugis pada masa lampau.

Kepala SRD 7 Kota Tidore Kepulauan, Norma Wahab, M.Pd., S.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan sejarah Tidore sebagai salah satu dari empat kesultanan di Maluku Utara yang dikenal dengan sebutan Moloku Kie Raha.

Baca Juga:  Ketua Demokrat Halsel Berpeluang Nyalon Wakil Bupati

Pada masa lampau, Kesultanan Tidore berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga Pulau Seram, sebagian Halmahera, Raja Ampat, dan sebagian wilayah Papua.

“Kami ingin anak-anak Sekolah Rakyat mengetahui sejarah kejayaan daerah mereka dan bangga menjadi bagian dari Indonesia. Dengan demikian, identitas sejarah dan kebudayaan mereka tidak hilang,” ujar Norma.

Rangkaian kegiatan outing class juga mencakup kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah dan objek wisata, di antaranya Rumah Tenun Puta Tino Kayangan, Benteng Tahula, Benteng Torre, dan Museum Sonyine Malige.

Baca Juga:  PT ASDP Diminta Hentikan Tiket Online dan Biaya Tambahan di Pelabuhan Ferry 

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka mencatat berbagai hal yang dilihat, didengar, dan dialami selama kunjungan ke setiap lokasi dalam lembar kegiatan masing-masing.

Salah satu siswa SRD 7, Risal Rusli, menceritakan pengalamannya sambil menunjukkan lembar kegiatan yang dibawanya.

“Kami punya lembar petualangan semua tempat yang didatangi. Setiap ilmu dan pengetahuan yang kami dapat langsung dicatat di sini,” ujarnya.

Kegiatan outing class berakhir pada sore hari di Pantai Akesahu. Di lokasi tersebut, para siswa berkesempatan berenang di pantai dan berendam di telaga air panas sebelum kembali ke sekolah mereka di Sofifi.

Baca Juga:  Suporter Malut United Gelar Aksi Damai di Ternate Lawan Rasisme