News

Tarkam Dua Desa di Galela, Polisi Amankan Senapan Angin dan Sejumlah Warga

Polres Halmahera Utara yang dibantu TNI mengamankan insiden tawuran antar-kampung (tarkam) antara pemuda Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah senapan angin, parang, serta beberapa warga turut diamankan.

Tarkam dipicu oleh aksi pemukulan terhadap seorang pemuda asal Desa Kira yang diduga dilakukan oleh oknum warga Desa Duma. Insiden ini disebut sebagai aksi balas dendam atas peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya.

Korban diketahui bernama Naufal Bajak, warga Desa Kira. Hingga kini, pelaku pemukulan masih dalam penyelidikan.

Menurut keterangan korban, peristiwa terjadi saat ia berkendara dari Desa Kira menuju Desa Gotalamo untuk memangkas rambut. Namun, karena tempat pangkas tutup, korban memutuskan kembali pulang.

Saat melintas di Desa Duma, korban melihat sekelompok pemuda sedang duduk di pinggir jalan. Salah satu dari mereka kemudian berjalan ke arah korban sambil membawa ban motor bekas. Korban sempat mengira orang tersebut hendak menyeberang jalan.

Namun secara tiba-tiba, pelaku langsung memukul korban menggunakan ban tersebut hingga mengenai wajahnya. Korban panik dan melarikan diri ke arah Desa Kira. Dalam pelariannya, korban juga dilempari batu oleh sekelompok pemuda dan terkena di bagian punggung.

Setibanya di Desa Kira, korban melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga setempat. Hal ini memicu berkumpulnya massa dari Desa Kira yang kemudian melakukan aksi balasan berupa pelemparan ke arah pos pengamanan perbatasan.

Massa dari Desa Duma pun terpancing, sehingga terjadi aksi saling lempar batu, penggunaan bom molotov, serta tembakan menggunakan senapan angin dari kedua belah pihak.

Personel Polsek Galela yang menerima informasi langsung turun ke lokasi, namun situasi sudah dalam keadaan kacau. Kedua kelompok masih terlibat saling serang.

Satu pleton anggota Samapta yang dipimpin IPTU Rujiono Tjuluku tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan, tetapi belum berhasil membubarkan massa karena situasi masih memanas.

Tak lama kemudian, satu pleton Brimob Kompi C Kupa-Kupa dan satu pleton TNI Kompi Senapan C tiba di lokasi. Personel gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kabag Ops AKP Yulianus Ballanga kemudian berhasil membubarkan massa dan mengendalikan situasi.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson yang tiba di lokasi langsung memimpin apel pengecekan personel. Ia kemudian memerintahkan penyisiran di kedua desa untuk memastikan tidak ada warga yang masih berkeliaran membawa senjata.

Dalam penyisiran tersebut, dua warga Desa Kira berinisial IR (51) dan NT (27) diamankan karena membawa parang.

Selain itu, petugas juga mengamankan tiga orang terkait kepemilikan airsoft gun. Senjata tersebut diketahui milik oknum TNI yang digunakan oleh kerabatnya berinisial SM.

Dua pemegang airsoft gun masing-masing berinisial DHI (25) dan SM (16). Barang bukti yang diamankan berupa satu unit Glock 19 Wingun kaliber 6 mm, 110 butir amunisi, serta lima tabung gas CO2.

Petugas juga menemukan seorang pelajar berinisial MMP (14) yang membawa katapel saat penyisiran berlangsung.

Keesokan harinya, Kapolres memimpin apel pagi dan menginstruksikan penyisiran lanjutan ke rumah-rumah warga yang diduga menyimpan senapan angin dan alat lainnya.

Di Desa Duma, ditemukan tiga rumah warga yang menyimpan senapan angin. Di rumah TK ditemukan lima popor senapan, empat laras, satu pompa angin, serta dua galon minuman keras tradisional. Di rumah JM ditemukan satu pucuk senapan angin, dan di rumah AD ditemukan satu pucuk senapan angin lainnya.

Sementara di Desa Kira, di rumah HS ditemukan satu senapan angin jenis tabung, dua teleskop, dua kotak perlengkapan senapan, serta satu pompa senapan.

Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah melaksanakan pengamanan di Desa Kira dan Desa Duma. Dalam kegiatan ini, sejumlah barang bukti berhasil diamankan serta dilakukan penindakan terhadap oknum yang terlibat kerusuhan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan anggota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Saat ini, satu pleton BKO Samapta Polda Maluku Utara masih disiagakan di pos perbatasan Desa Kira dan Desa Duma. Sementara itu, personel Reskrim telah mengamankan pemilik airsoft gun serta warga yang membawa senjata tajam.

redaksi

Recent Posts

Petugas SPBU Wari Banyak Layani Pengisian BBM Pakai Jeriken, Polres Halut Diminta Bertindak

Sejumlah tukang ojek dan pengemudi bentor mengeluhkan aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU…

31 menit ago

Perumda Ake Agaale Ternate Perbaiki Mesin Pompa Air di Tobenga

Warga di Lingkungan Tobenga, tepatnya di belakang SD 55, Kelurahan Kasturian, Kota Ternate, Maluku Utara,…

6 jam ago

Pemkab Taliabu Benahi Satu Dada Indonesia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara mulai melakukan pembenahan tata kelola Satu Data Indonesia…

6 jam ago

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

19 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

1 hari ago

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan dan regulasi yang…

1 hari ago