Praktisi Hukum Maluku Utara. Fadli S. Tuanany. Foto: Samsul/cermat
Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota dan Provinsi Maluku Utara Periode 2024-2029 diminta ikhtiar dengan calon petahana yang pernah diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Pekan kemarin, diketahui Timsel KPU di Maluku Utara telah resmi mengumumkan 20 besar calon anggota. Kini telah berlangsung tahapan pemeriksaan kesehatan dan wawancara.
“Sebenarnya ini adalah warning yang harus diberikan kepada Timsel, untuk sebagai langkah ikhtiar terhadap proses seleksi yang sementara berjalan saat ini,” tegas salah satu Praktisi Hukum Fadly S. Tuanany yang juga Korwil Persatuan Advokat Indonesia, Maluku Utara, kepada cermat, Rabu, 13 Maret 2024.
Fadly menyebut para Komisioner KPU yang pernah diadukan ke DKPP tentang pelanggaran pemilu itu, jika ia terpilih kembali tidak menutup kemungkinan akan mengulangi hal serupa.
“Apalagi DKPP telah memberikan sanksi, itu sebenarnya tidak bisa diberikan toleransi,” ucapnya.
Fadly menilai jika Timsel bisa meloloskan calon yang pernah diadukan ke DKPP hingga ke tahap 10 besar, maka harus dipertanyakan.
“Berarti kapabilitas dan kredibilitas Timsel ini diragukan. Alangkah baiknya komisioner di kabupaten/kota harus diisi wajah-wajah baru yang masih dianggap bersih,” pungkasnya.
—-
Penulis: Samsul Laijou
Editor: Ghalim Umabaihi
Risno La Bami resmi dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Partai Ummat Pulau Morotai, Maluku Utara. Penetapan…
Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memanggil PT Feni Haltim dan Antam Group untuk memberikan…
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, Maluku Utara, terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas literasi…
Seluruh korban yang dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil…
Ratusan sopir truk yang tergabung dalam aliansi lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa…
Pesta Babi, film bergenre dokumenter garapan jurnalis investigasi Dhandy Laksono dan Cypri Dale makin masif…