News

Tumbang di Kandang saat Lawan Bhayangkara, Pelatih Malut United Janji Evaluasi Total

Malut United harus menelan pil pahit saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu, 31 Januari 2026. Laskar Kie Raha takluk dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit akhir.

Pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai rencana permainan yang telah disiapkan tidak berjalan sesuai harapan.

“Tentu kami kecewa dengan kekalahan ini. Game plan yang disiapkan untuk pertandingan melawan Bhayangkara tak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Hendri dalam sesi konferensi pers usai laga.

Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil efektif dan mampu mencuri keunggulan lebih dulu lewat gol Moussa Sidibe pada menit ke-22. Keunggulan tim tamu bertambah di awal babak kedua melalui Moises Wolschick (52’). Malut United sempat bangkit setelah David Da Silva memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Bhayangkara tetap bertahan.

Hendri mengakui timnya kesulitan membongkar pertahanan solid The Guardians of Saburai, terutama di babak pertama. Ciro Alves dan kolega hanya mampu mencatatkan dua percobaan tembakan tanpa satu pun mengarah tepat ke gawang lawan dalam 45 menit awal.

Memasuki babak kedua, Malut United tampil lebih agresif dan mendominasi penguasaan bola hingga 69 persen. Dari total 11 percobaan, lima di antaranya mengarah ke gawang dan satu berbuah gol melalui David Da Silva. Meski begitu, dominasi tersebut belum cukup untuk menghindarkan tuan rumah dari kekalahan.

“Menurut saya, ada banyak faktor penyebab kekalahan ini. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh atas hasil pertandingan dan akan melakukan evaluasi untuk menghadapi laga selanjutnya,” tegas Hendri.

Ia juga menekankan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari perjalanan Malut United di kompetisi. Fokus tim kini langsung dialihkan ke laga berikutnya melawan Persib Bandung.

“Pertandingan sudah selesai. Sekarang kami harus melupakan hasil ini dan fokus menatap laga kontra Persib,” tambahnya.

Nada optimistis juga disampaikan Lucas Cardoso, perwakilan pemain Malut United, yang menjalani debut perdananya bersama Laskar Kie Raha. Gelandang asal Brasil tersebut masuk dari bangku cadangan menggantikan Nilson Junior pada menit ke-40.

“Ini pengalaman yang bagus bagi saya meski hasilnya tidak sesuai harapan. Kami akan fokus ke pertandingan berikutnya dan berjuang meraih tiga poin untuk menyenangkan para suporter,” ujar Cardoso.

Pada laga ini, Hendri Susilo menurunkan susunan pemain: Alan Jose; Safrudin Tahar, Gustavo Franca, Nilson Junior (Lucas Cardoso 40’), Yance Sayuri (Dimas Drajad 79’); Wbeymar Angulo, Manahati Lestusen (Riswan Lauhin 40’), Tyronne del Pino; Ciro Alves, Taufik Rustam (Frets Butuan 45’), David Da Silva.

Meski kalah, Malut United masih bertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan koleksi 37 poin, terpaut tiga angka dari Borneo FC di posisi ketiga yang baru akan bertanding melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu, 1 Februari 2026.

Selanjutnya, Laskar Kie Raha dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung pada pekan ke-20 BRI Super League 2025–2026. Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Selasa, 6 Febriari 2026.

redaksi

Recent Posts

Jakofi dan Proyek Kebaikan

“Saya pernah bertanya pada Sultan Tidore, Ou (sebutan untuk sultan) mau jadi apa? Ou bilang:…

34 menit ago

Cuaca Buruk Hantam Pelabuhan Wayabula Morotai, Warga Diimbau Waspada

Video yang memperlihatkan cuaca buruk di Dermaga Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku…

40 menit ago

Cara Mereka Menjaga Kampung

Perkumpulan Fakawele kembali menyelenggarakan Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk…

5 jam ago

Lebaran di Tengah Keterbatasan

Oleh: Aswan Kharie/Jurnalis cermat Dalam kehidupan masyarakat, lebaran bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah ruang…

5 jam ago

Bantuan Helikopter NHM Peduli Antar Pasien dari Tobelo ke Manado

Kondisi geografis Pulau Halmahera yang luas dengan akses transportasi antar wilayah yang terbatas sering kali…

6 jam ago

Morotai dalam Imajinasi Geopolitik Australia

Oleh: Yanuardi Syukur Pengajar Antropologi Globalisasi di Universitas Khairun, Ternate dan Founder Indo-Pacific Center for…

6 jam ago