Advetorial

Wakil Ketua Komisi IV DPR Soroti Minimnya Kontribusi Sektor Perikanan terhadap Pembangunan Nasional

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ir. Panggah Susanto, menyoroti rendahnya kontribusi sektor perikanan terhadap pembangunan nasional pada Triwulan I (TW I) tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat hanya sebesar 2,29%, menurun dibandingkan TW I tahun 2024 yang mencapai 2,33%.

Pertumbuhan sektor perikanan pun mengalami penurunan, dari 3,49% pada TW I tahun 2024 menjadi hanya 2,25% pada TW I tahun 2025. Selain itu, volume ekspor pada TW I tahun 2025 tercatat sebesar 0,43 juta ton. Sementara itu, nilai realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Juni 2025 hanya mencapai Rp975,74 miliar.

Menurut Panggah, data tersebut menunjukkan bahwa kontribusi sektor kelautan dan perikanan masih jauh dari optimal jika dibandingkan dengan potensi sumber daya alam (SDA) kelautan dan perikanan Indonesia yang sangat melimpah, baik dari sektor tangkap maupun budidaya.

“Kita memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, tetapi kontribusi sektor ini masih sangat minim pada TW I tahun 2025. Kontribusi terhadap PDB dan pertumbuhan masing-masing hanya 2,29% dan 2,25%. Ini menunjukkan adanya sesuatu yang salah dan perlu ditata kembali agar kontribusi sektor KKP dapat meningkat secara maksimal,” ujarnya kepada media ini, Rabu, 9 Ju2025.

Panggah juga menilai bahwa maraknya praktik illegal fishing menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp13 triliun selama periode 2020–2025. Selain itu, praktik penyelundupan hasil laut atau ekspor ilegal turut memperburuk kondisi ini.

“Maraknya praktik illegal fishing dan penyelundupan hasil laut yang terus terjadi berdampak langsung terhadap rendahnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan, PDB nasional, dan juga PNBP,” tegasnya.

Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah, Panggah mendesak agar Kementerian Kelautan dan Perikanan lebih fokus dalam merumuskan langkah-langkah strategis. Ia mendorong adanya kebijakan yang secara efektif mampu menekan praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur atau Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF) yang masih marak terjadi.

redaksi

Recent Posts

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

9 jam ago

BPN akan Lakukan Pengukuran Lahan Bandara Bobong

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Sula, Maluku Utara dikabarkan mengunjungi Kabupaten Pulau Taliabu guna mempercepat…

9 jam ago

APBD Perubahan Ternate Tembus Rp988,83 Miliar

Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Perubahan APBD 2026 dengan total pendapatan daerah sebesar Rp988,83 miliar, naik…

11 jam ago

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

1 hari ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

1 hari ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

1 hari ago