Kolaborasi ini diharapkan turut melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan industri pertambangan di masa mendatang. Foto: Istimewa
HALMAHERA UTARA – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan melalui kolaborasi dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Student Chapter Universitas Negeri Gorontalo (MGEI-SC UNG).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui webinar bertajuk “Peran Geokimia dari Tahap Eksplorasi hingga Ekstraksi – Perilaku Unsur dan Hubungan Geokimia dalam Sistem Epitermal Emas Sulfidasi Rendah” yang digelar secara daring pada Rabu (29/7).
Dalam kegiatan tersebut, NHM menghadirkan Superintendent Geology Production, Dharma Irwanda, sebagai pembicara utama. Ia membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai penerapan geokimia dalam industri pertambangan.
Dharma menjelaskan, geokimia memiliki peran strategis dalam berbagai tahapan pertambangan, mulai dari eksplorasi, karakterisasi bijih, hingga proses ekstraksi. Menurut dia, validasi data melalui Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), analisis data modern, serta pendekatan multidisiplin menjadi faktor penting dalam menghasilkan keputusan yang lebih akurat.
Ia mengatakan tantangan eksplorasi emas semakin kompleks. Karena itu, pemanfaatan data geokimia secara optimal dibutuhkan untuk membantu menemukan mineralisasi baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan bijih.
“Sinergi antara pemahaman geologi dasar, validitas data melalui QA/QC, dan pemanfaatan alat analitik modern merupakan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi pertambangan emas saat ini,” ujar Dharma.
Ia berharap penerapan ilmu geokimia di industri pertambangan Indonesia ke depan semakin terintegrasi, mulai dari tahap eksplorasi hingga ekstraksi. Studi kasus seperti Endapan Gosowong di Halmahera, kata dia, dapat menjadi pembelajaran penting untuk mendorong penemuan endapan emas baru sekaligus mengoptimalkan proses ekstraksi.
Melalui kolaborasi dengan MGEI-SC UNG, NHM juga berupaya memperkuat hubungan antara dunia industri dan akademik. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transfer pengetahuan serta meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang geosains dan pertambangan.
Kolaborasi ini diharapkan turut melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan industri pertambangan di masa mendatang.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meminta seluruh pemerintah kabupaten dan pemerintah desa bergerak cepat memperbaiki…
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, membutuhkan dukungan anggaran lebih dari Rp2 triliun dari pemerintah…
Pelaksanaan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Ternate, Maluku Utara, tidak hanya…
Upaya menjaga keberadaan Bahasa Ternate terus didorong oleh berbagai kalangan, termasuk melalui diskusi kebudayaan bertajuk…
Oleh: Abu Zubair Latupono, S.IP., M.M. (Praktisi Penegak Hukum) DI ERA informasi digital yang begitu…
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Maluku Utara…