Perspektif

Merapikan Pikiran Penyelenggara Pemilu

Oleh: Budi Nurgianto

(Jurnalis dan Anggota AJI Ternate)


SETIAP kali bertemu dan ngobrol bersama kawan Rusly Saraha-Komisioner Bawaslu Maluku Utara-ada saja gagasan baru yang disampaikan. Minggu kemarin, usai penyelenggaraan Festival Buku di Benteng Oranje Ternate, kawan Rusly membagikan satu buku cetakan baru dengan judul “Spasi: Sinergi Pengawasan, Penindakan, dan Integritas” yang merupakan kompilasi atau kumpulan tulisan para penyelenggara pemilu di Maluku Utara. Ia meminta saya untuk bisa memberikan satu catatan dan bersedia menjadi salah satu pembeda buku itu.

Tentu saya terkejut dengan permintaannya itu, namun saya kenal betul kawan satu ini, ketika ia meminta seseorang untuk menjadi narasumber tentu ada alasan dan pertimbangan yang sudah dipikirkannya secara matang. Rusly adalah tipe orang yang selalu membawa perspektif berbeda, dari soal demokrasi, pengawasan pemilu, hingga bagaimana menjaga kepercayaan publik di tengah dinamika politik yang terus berubah. Saya pun kemudian mengiyakan permintaannya.

Secara pribadi saya senang dengan kehadiran buku dengan judul “Spasi: Sinergi Pengawasan, Penindakan, dan Integritas” ini. Sebab, terbitnya buku itu, menandakan ada penyelenggara pemilu di Maluku Utara yang sudah memulai membudayakan menulis terutama terkait isu-isu kepemiluan. Saya tahu betul, menulis bukanlah perkara mudah, itu proses yang benar-benar melelahkan. Kerja yang membutuh tenaga, effort lebih dan bisa dibilang salah satu cara menyampaikan gagasan dan membangun peradaban secara serius.

Jadi ketika ada penyelenggara pemilu di Maluku Utara mulai menulis dan menerbitkan buku, itu menandakan literasi kita sudah mulai berjalan, dan aktivitas itu tentu bisa dikatakan bukanlah sekadar menambah daftar bacaan atau mendokumentasikan pengalaman semata, namun lebih dari itu. Ada upaya untuk meninggalkan jejak pengetahuan dan merapikan pikiran. Tak heran kalau seorang Pramoedya Ananta Toer -Sastrawan Indonesia- sampai mengatakan menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Bila kita membaca buku “SPASI : Sinergi Pengawasan, Penindakan, dan Integritas. Kompilasi Esai Pilihan Komisioner dan Jajaran Bawaslu Se-Maluku Utara” secara santai, kita seperti akan diajak untuk memaknai ruang refleksi dalam membaca penyelenggaraan Pemilu di Maluku Utara. Melihat bagaimana potret demokrasi di wilayah kepulauan ini membutuhkan pendekatan berbeda dan lebih adaptif. Buku ini benar-benar bisa merangsang kita semua untuk mengasah daya kritis, merapikan isi pikiran dan merekam jejak sejarah, terhindar dari sekadar teori akademis yang kaku.

Saya menikmati betul membaca buku yang dibagi dalam empat bagian ini. Ada banyak gagasan yang dimunculkan mulai dari bagaimana membaca demokrasi dari perspektif sosial, budaya, generasi muda, dan perkembangan teknologi, hingga upaya menegakan keadilan dan integritas. Semua ada, dan ditulis secara apik oleh 30 penjaga demokrasi di Bawaslu Maluku Utara. Buku SPASI terlihat benar hadir tidak sekadar hanya sebagai panduan teknis pengawasan, melainkan merupakan sebuah narasi komprehensif tentang bagaimana prinsip-prinsip demokrasi modern berinteraksi.

Selama ini kita semua tahu, proses politik di Maluku Utara selalu berjalan berliku, berlangsung dengan waktu panjang dan berada tidak hanya di ruang-ruang formal, tetapi juga hidup dalam percakapan masyarakat, komunitas, keluarga, hingga ruang-ruang sosial. Prosesnya sampai bersinggungan dengan relasi sosial, kepentingan ekonomi, identitas dan budaya.

Karena itu, membaca politik di Maluku Utara selalu dianjurkan tidak cukup hanya sekedar dengan melihat angka-angka hasil pemilihan. Kita perlu melihat cerita di balik angka tersebut, dan buku ini mampu memberikan pada kita pesan paling kuat bahwa demokrasi tidak dapat diserahkan hanya kepada lembaga formal. Masyarakat perlu ikut berpartisipasi untuk itu. terutama partisipasi dalam mengambil keputusan.

Dalam perspektif tersebut, buku “SPASI : Sinergi Pengawasan, Penindakan, dan Integritas” jelas menawarkan sebuah pemahaman bahwa pengetahuan harus berubah menjadi kesadaran, kesadaran menjadi sikap, sikap menjadi tindakan, dan tindakan berkembang menjadi budaya demokrasi. Pendidikan masyarakat, literasi politik, literasi digital, keberanian melapor, serta penolakan terhadap politik uang merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi itu.

Pada titik inilah, buku ini harus hadir bukan hanya sekedar tentang pengawasan pemilu, tetapi juga nampak dalam menguji gagasan, dan mempertanggungjawabkan pengetahuan dari ruang kerja demokrasi. Mereka yang menulis perlu meninggalkan catatan, membuka ruang diskusi, dan membangun tradisi intelektual yang dapat diwariskan. Dari situlah menulis menjadi bagian penting dari kerja demokrasi.

Bila itu dilakukan SPASI layak dibaca bukan hanya oleh jajaran penyelenggara pemilu, tetapi juga akademisi, mahasiswa, pemerhati demokrasi, masyarakat sipil, jurnalis dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana demokrasi bekerja dari perspektif “orang-orang yang berada di lapangan”. Semoga SPASI menjadi awal dari lahirnya lebih banyak buku, lebih banyak gagasan, dan lebih banyak penyelenggara pemilu yang mulai merapikan pikiran. (***)


 

redaksi

Recent Posts

Upah Lembur Pekerja Diduga Tak Dibayar, PT SSS Dilaporkan ke Disnaker Malut

Dua orang pekerja di PT Sarana Sukses Sejahtera (PT SSS) bernama Nasir dan Irgi, melalui…

5 jam ago

Polres Halmahera Utara Tangkap Residivis Kasus Jambret

Seorang pemuda berinisial RA alias Eza (22) ditangkap Tim Opsnal Sat Resmob Polres Halmahera Utara…

5 jam ago

Iptu Masqun Wakili Polda Malut dalam Penyelenggaraan Konferensi IAWP di Bali

Iptu Masqun, Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku Utara yang menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Halmahera…

6 jam ago

Gelar Donor Darah hingga Mini Soccer, Cara Bawaslu Malut Rayakan HUT ke-14

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang…

1 hari ago

Polres Ternate Tetapkan Owner Zahra Berkah sebagai Tersangka Investasi Bodong

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate menetapkan owner investasi Zahra Berkah, SAHM alias Sahriyani, sebagai…

2 hari ago

DPMPTSP Morotai Klarifikasi: Perizinan PT Eltis Masih Berproses di Tahap PKKPR

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pulau Morotai, Maluku Utara mengklarifikasi status…

2 hari ago