News

Warga RT 9 Moya, Ternate, Bebas dari Krisis Air Bersih Setelah 20 Tahun

Upaya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale akhirnya berbuah hasil—mengakhiri krisis air bersih selama 20 tahun di tengah warga RT 9, Moya, Ternate, Maluku Utara.

“Selama ini mereka masih membeli air, menggunakan air hujan atau air dari gunung,” ungkap Firman Mudafar Sjah, Direktur Perumda Ake Gaale, usai peresmian jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Lokasi tersebut, bersama Wali Kota Tauhid Soleman pada Rabu 12 Agustus 2026.

Turut mendampingi dalam peresmian tersebut, Direktur Perumda Ake Gaale Firman Mudafar Sjah, Dewan Pengawas Samin Marsaoly, serta Kepala Bapelitbangda Kota Ternate Thamrin Marsaoly.

Simbol Kemerdekaan Layanan Dasar

Langkah ini menjadi angin segar bagi warga RT 9 Moya yang telah bertahun-tahun kesulitan mengakses air perpipaan. Tauhid Soleman menegaskan bahwa pemenuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang wajib diwujudkan pemerintah.

“Yang paling penting pada sore hari ini adalah memerdekakan warga RT 9. Di momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, makna kemerdekaan itu salah satunya adalah mendapatkan kebutuhan utama, yaitu air,” tegas Tauhid.

Selain pembangunan infrastruktur, pemenuhan fasilitas ini juga terwujud berkat kepedulian warga lokal. Wali kota memberikan apresiasi tinggi kepada Abdullah S. Parta beserta keluarga yang secara sukarela menghibahkan tanah milik mereka untuk lokasi pembangunan fasilitas layanan air.

Solusi Konkrit untuk Dataran Tinggi

Masuknya jaringan perpipaan ke Kelurahan Moya sekaligus menyudahi ketergantungan warga terhadap pasokan air hujan, air gunung, maupun pembelian air tangki yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Direktur Perumda Ake Gaale, Firman Mudafar Sjah, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek ini diawali dari optimalisasi aset yang sempat idle:

  • Aktivasi Bak Takome: Perumda melakukan uji coba pada bak penampungan di Takome yang lama tidak terpakai. Hasil pengujian membuktikan fasilitas masih berfungsi optimal untuk menyuplai air ke dataran tinggi.
  • Solusi Debit Air Kritis: Sumber air gunung yang debitnya kian menyusut kini berhasil ditopang oleh suplai resmi jaringan perpipaan.
  • Target Perluasan Berikutnya: Setelah Kelurahan Moya, Perumda Ake Gaale membidik perluasan jaringan ke kawasan berdataran tinggi lainnya, seperti Maliaro, Tabona, dan Tubo.

Langkah Perumda Ake Gaale dan Pemkot Ternate ini diharapkan dapat menghapus kesenjangan akses air bersih di seluruh sudut Kota Ternate secara berkelanjutan.

redaksi

Recent Posts

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

9 jam ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

9 jam ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

1 hari ago

BPN akan Lakukan Pengukuran Lahan Bandara Bobong

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Sula, Maluku Utara dikabarkan mengunjungi Kabupaten Pulau Taliabu guna mempercepat…

1 hari ago

APBD Perubahan Ternate Tembus Rp988,83 Miliar

Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Perubahan APBD 2026 dengan total pendapatan daerah sebesar Rp988,83 miliar, naik…

1 hari ago

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

2 hari ago