News

Warga Soroti Harga Minyak Tanah di Morotai Melebihi HET

Penjualan minyak tanah senilai Rp 10 ribu perliter di salah satu pangkalan Desa Sabatai Baru, Pulau Morotai, Maluku Utara menuai sorotan warga.

Harga tersebut dinilai melebihi Harga Eceran Tertinggi atau HET yang telah ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp 6 ribu perliter.

M, salah satu warga Sabatai Baru, mengaku membeli minyak tanah di pangkalan tersebut dengan harga Rp10 ribu perliter. Ia awalnya mengira stok yang tersedia merupakan bagian dari kuota subsidi.

“Kemarin saya beli satu liter Rp10 ribu. Saya kira itu stok subsidi, tapi menurut yang jual itu bukan kuota untuk masyarakat,” ujarnya kepada cermat saat dikonfirmasi, Senin, 3 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan pertanyaan lantaran minyak tersebut tetap dijual di lokasi pangkalan resmi. Warga pun mempertanyakan kejelasan status minyak yang beredar.

Ia bilang, jatah minyak tanah subsidi bagi masyarakat 10 liter per kepala keluarga (KK). Namun dalam praktiknya, kebutuhan rumah tangga selama sebulan dinilai tidak mencukupi.

“Karena tidak cukup, akhirnya saya beli lagi, tapi bukan harga subsidi Rp6 ribu melainkan Rp10 ribu,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Mely Pandey, pemilik pangkalan menyatakan minyak yang dijual Rp10 ribu perliter bukan berasal dari kuota subsidi.

“Itu bukan minyak pangkalan, saya beli di tobelo Rp8 ribu perliter untuk pemakaian pribadi. Saya jual itu karena mereka minta beli,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Morotai Nomor 100.3.3.2/227/KPTS/PM/202t, HET minyak tanah di tingkat pangkalan untuk Kecamatan Morotai Selatan ditetapkan Rp6 ribu per liter.

Sejumlah pihak menilai, jika penjualan Rp10 ribu terjadi di lokasi pangkalan resmi, meski diklaim bukan kuota subsidi, kondisi itu berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa terjadi penjualan di atas HET.

redaksi

Recent Posts

Kejari Halteng Usut Dugaan Korupsi Dana COVID-19, Kepala RSUD Diperiksa

Tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Tengah terus mendalami kasus dugaan…

4 jam ago

Harga Pertamax di Morotai Tembus Rp16.650, Warga: Pemerintah Pusat Bunuh Torang

Kenaikan harga BBM non-subsidi yang diberlakukan pemerintah pusat mulai dirasakan masyarakat di Pulau Morotai, Maluku…

8 jam ago

Oknum Kades Woekob Dilaporkan atas Dugaan Pengeroyokan, Korban Alami Luka Berat

Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang menyeret oknum Kepala Desa Woekob, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten…

10 jam ago

Nexus Gamalama Diluncurkan, Siap Perkuat Ketangguhan Iklim Kelompok Rentan

Pemerintah Kota Ternate meluncurkan Program Nexus Gamalama sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana…

12 jam ago

Kejari Ternate Selidiki Pembangunan Villa Lago Montana di Kawasan Lindung Danau Ngade

Tim Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mulai melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan…

14 jam ago

Anggaran Kanal di Halmahera Timur Dinilai Sudah Sesuai Mekanisme

Polemik alokasi anggaran jaringan kanal senilai Rp40,8 miliar di Kabupaten Halmahera Timurl menjadi perhatian publik.…

21 jam ago