News  

Peringati Dies Natalis ke-60, IAIN Ternate Perkuat Langkah Menuju UIN Sultan Baabullah

Peluncuran rangkaian Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate. Foto: Galim/cermat

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate resmi meluncurkan rangkaian Dies Natalis ke-60 dengan mengusung tema “60 Tahun IAIN Ternate Berkhidmat pada Kebajikan”, yang berlangsung di auditorium kampus pada Senin, 27 Juli 2026.

Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi momentum memperingati usia kampus, tetapi juga mempertegas komitmen IAIN Ternate dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus mempercepat transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-60, Dr. Sukardi, mengatakan tema yang diangkat mencerminkan perjalanan panjang IAIN Ternate dalam memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan daerah.

Menurutnya, Dies Natalis bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi menjadi ruang refleksi dan kontemplasi untuk menilai sejauh mana kontribusi ilmu pengetahuan dan pengabdian kampus kepada masyarakat.

“IAIN Ternate lahir dari cita-cita para ulama, tokoh adat, dan masyarakat Maluku Utara. Ada falsafah Ternate, Toma manangngo gopi, gapu manangngo sopo, yang bermakna apa yang ditanam para pendahulu puluhan tahun lalu kini telah dinikmati hasilnya dan menjadi tanggung jawab generasi sekarang untuk melanjutkannya,” ujar Sukardi.

Ia menambahkan, memasuki usia ke-60, IAIN Ternate juga dihadapkan pada tantangan transformasi digital, perkembangan Artificial Intelligence (AI), hingga persaingan global. Karena itu, seluruh sivitas akademika didorong untuk bersama-sama mewujudkan transformasi kampus menjadi UIN Sultan Baabullah.

Sebagai bagian dari perayaan, panitia menyiapkan berbagai kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026. Agenda tersebut meliputi webinar internasional, seminar nasional, kompetisi seni dan ilmiah, olahraga, expo kampus, kuliah tamu, bedah buku, hingga puncak acara wisuda sarjana dan pascasarjana pada 15 September 2026.

Sementara itu, Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, menegaskan bahwa kehadiran IAIN Ternate sejak awal bertujuan menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan alam semesta.

Baca Juga:  Workshop Tuala Lipa Angkat Identitas Budaya Ternate

Ia mengatakan, kiprah alumni menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam pembangunan, tidak hanya di lingkungan Kementerian Agama, tetapi juga di berbagai sektor pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

“Alumni IAIN Ternate kini telah banyak berkiprah sebagai pejabat publik, kepala daerah, akademisi, maupun tokoh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa alumni tidak lagi hanya identik dengan birokrasi keagamaan, tetapi telah bertransformasi menjadi bagian penting dalam dunia politik dan pemerintahan,” kata Adnan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengajak seluruh alumni memanfaatkan jejaring dan posisi strategis yang dimiliki untuk mendukung percepatan perubahan status IAIN Ternate menjadi UIN Sultan Baabullah.

Menurut Sarbin, komunikasi dengan Kementerian Agama terus dilakukan agar seluruh proses administrasi dan persyaratan dapat diselesaikan sesuai target pada 2026.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi etika, moral, dan adab sebagai identitas kampus berbasis keagamaan.

Selain itu, mahasiswa diminta tetap kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah serta aktif menyuarakan aspirasi demi kepentingan masyarakat.

“Kampus ini memiliki sejarah panjang dan telah melahirkan banyak pemimpin daerah, mulai dari bupati, wakil bupati, camat hingga kepala dinas. Karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kapasitas sekaligus memperluas relasi sebagai bekal kepemimpinan di masa depan,” ujar Sarbin.

Penulis: Tim cermatEditor: Ghalim Umabaihi