News

Akademisi: Kontraktor yang Terlibat Kasus Gubernur AGK Harus Diselidiki

Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Abdul Kadir Bubu, mendesak KPK melakukan perluasan penyelidikan terhadap kasus suap dan gratifikasi perizinan yang menyeret Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK).

Pihak lain yang perlu diusut keterlibatannya oleh lembaga antirasuah, menurut Abdul Kadir, adalah para kontraktor proyek dalam kasus ini.

“Mereka para kontraktor ini pasti turut serta dan punya andil dalam memanipulasi pertanggungjawaban progres pekerjaan, sehingga pencairan bisa dilakukan sebesar 70 persen,” ujar Abdul Kadir, Sabtu, 23 Desember 2023.

Sebelumnya, Abdul Gani Kasuba resmi ditetapkan tersangka dalam kasus suap atau gratifikasi oleh KPK bersama 6 orang lainnya, pada Rabu, 20 Desember 2023 lalu.

 

AGK menjadi tersangka usai diduga menerima aliran dana yang bersumber dari proyek infrastruktur di Maluku Utara.

“Dalam jabatannya sebagai gubernur, AGK menentukan siapa saja dari pihak kontraktor yang dimenangkan dalam lelang proyek dimaksud,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK.

Alexander menyebut, proyek yang bersumber dari dana APBN itu nilainya mencapai Rp 500 miliar.

KPK menyampaikan bahwa AGK diduga memerintahkan bawahannya untuk memanipulasi progres proyek seolah sudah selesai di atas 50 persen supaya pencairan anggaran segera dilakukan.

Dade, sapaan akrab Abdul Kadir mengaku menyayangkan lantaran KPK saat ini belum melakukan pengembangan lebih lanjut kepada para kontraktor.

 

“Dan kontraktor itu memang tidak asing lagi keberadaannya, olehnya itu KPK cukup melakukan perluasan ke arah sana agar masalah ini bisa jelas dan terang benderang,” cetus Dade.

“Selain itu juga, saya kira pintunya sudah terbuka begitu lebar karena, kepala ULP juga sudah ditahan, kemudian dinas PUPR juga sudah ditahan, maka sekiranya KPK sudah saatnya memperluas ke proyek-proyek besar seperti proyek multiyears,” sambungnya.

Dade melihat di sisi yang lain KPK perlu mendalami beberapa pokir bermasalah yang disinyalir merupakan pokir-plus.

“Karena masalah proyek ini tidak sekedar terjadi di beberapa dinas yang ada kemudian gubernur, tetapi proyek-proyek besar multiyears, pokir-pokir dan beberapa hal yang lainnya juga ada di sana. Ini sudah saatnya KPK memperluas, ada bansosnya juga dan sekarang ini jalan masuknya sudah ada,” tegasnya.

Dia menyebut memang untuk sementara ini bukti yang diperkuat adalah 7 tersangka, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan oleh KPK.

“Karena itu sebagai akademisi dan masyarakat Maluku Utara mengimbau dan mendukung KPK melakukan perluasan dalam proses penyelidikan terhadap pihak-pihak lain yang terkait langsung dengan masalah, termasuk para kontraktor itu,” pungkasnya.

———

Penulis: Muhammad Ilham

Editor: Rian Hidayat

redaksi

Recent Posts

Pansus II DPRD Ternate Finalisasi 2 Ranperda, Atur Cadangan Pangan dan Investasi Pro-UMKM

Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…

6 jam ago

Disdik Morotai Beri Penjelasan soal Bantuan Pendidikan tak Kunjung Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…

7 jam ago

Jaksa Kembali Periksa Sekda Malut, Dalami Kasus Korupsi Anggaran Mami dan WKDH

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…

8 jam ago

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…

12 jam ago

Bantuan Pendidikan 2023 Belum Disalurkan, HMI Morotai Desak Inspektorat Lakukan Audit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…

13 jam ago

Rizal Marsaoly: Pers Adalah Kunci Pembangunan Negeri

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…

14 jam ago