News

Sejumlah Aktivitas Galian C di Desa Mamuya Resahkan Pengendara, APH Diminta Bertindak

Aktivitas galian C di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, menuai keluhan dari para pengendara. Lokasi galian yang berada sangat dekat dengan bahu jalan utama Trans Tobelo–Galela dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Di desa tersebut tercatat ada sekitar enam titik galian C yang menghasilkan material batu hangus. Saat aktivitas berlangsung, kendaraan dump truk hilir-mudik keluar masuk lokasi galian, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

Berdasarkan pantauan cermat, dari sejumlah titik tersebut, terdapat dua lokasi yang saat ini aktif beroperasi. Sedikitnya tiga unit ekskavator terlihat mengeruk material batu yang kemudian diangkut ke berbagai proyek.

Salah satu pengendara, Bambang, mengeluhkan aktivitas galian yang berada terlalu dekat dengan bahu jalan. Ia mempertanyakan aspek perizinan serta pengawasan dari aparat terkait.

“Ini sangat membahayakan kami sebagai pengendara, apalagi lokasinya dekat bahu jalan. Jangan sampai harus ada korban dulu baru aparat penegak hukum bertindak,” tegas Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, aktivitas galian C tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun langsung mengecek apakah kegiatan tersebut telah mengantongi izin resmi atau belum.

“Keluhan ini bukan pertama kali disampaikan. Sudah berulang kali, tapi belum ada tindakan nyata,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ical, warga Galela. Ia mengaku masyarakat hanya bisa berharap agar tidak terjadi kecelakaan akibat aktivitas tersebut.

“Posisinya sangat dekat dengan jalan. Apalagi kalau dump truk keluar masuk, itu sangat berisiko bagi pengendara,” ujarnya.

Warga pun meminta Polda Maluku Utara segera menertibkan aktivitas galian C yang berada di dekat bahu jalan. Selain faktor keselamatan, mereka juga menyoroti potensi kerugian daerah jika aktivitas tersebut tidak memiliki izin resmi.

“Material ini kemungkinan besar digunakan untuk proyek yang bersumber dari APBD. Kalau tidak berizin, tentu daerah dirugikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, cermat masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait kepemilikan sejumlah lokasi galian C tersebut untuk dimintai tanggapan.

redaksi

Recent Posts

Puskesmas se-Pulau Morotai Ikut Pemetaan Fasilitas Kesehatan

Seluruh Puskesmas di Pulau Morotai, Maluku Utara mengikuti kegiatan pembinaan dan pemetaan sarana prasarana kesehatan…

4 jam ago

NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC

Kedekatan antara dunia industri dan akademisi terasa begitu hangat dalam gelaran Study Club 2: “Introduction…

4 jam ago

Polisi Imbau Warga Morotai Tak Terlibat Penjualan dan Peredaran Captikus

Personel Patmor Cobra Satuan Samapta Polres Pulau Morotai, Maluku Utara mengamankan 24 kantong minuman keras…

14 jam ago

Cegah DBD, IWIP dan Weda Bay Nickel Perkuat Peran Weda Bay Medical Center

Komitmen menjaga kesehatan pekerja di tengah masifnya operasional industri terus ditingkatkan oleh PT Indonesia Weda…

23 jam ago

Dinkes Morotai Latih Bidan Puskesmas Tingkatkan Pelayanan KB

Dinas Kesehatan Pulau Morotai, Maluku Utara menggelar pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi tenaga bidan dari seluruh…

1 hari ago

Kapolres Halmahera Timur Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Wujud Penyegaran Organisasi

Kapolres Bobby Kusuma Ardiansyah memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Reskrim Polres Halmahera Timur…

1 hari ago