News  

Hadapi 2027, Ake Ga’ale Siapkan Perluasan Jaringan Air Bersih

Tampak depan Kantor Perumda Ake Gaale Ternate. Foto: Istimewa

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Ga’ale Kota Ternate menyiapkan sejumlah program pengembangan jaringan dan penambahan sumber air bersih pada 2027. Langkah ini diarahkan untuk mengatasi masalah distribusi di sejumlah wilayah yang selama ini harus menunggu giliran air hingga empat sampai lima hari.

Direktur Perumda Ake Ga’ale Kota Ternate, Firman Sjah, mengatakan berbagai usulan masyarakat telah menjadi perhatian perusahaan dan akan dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.

Salah satu wilayah prioritas adalah Kelurahan Mado, Kecamatan Pulau Hiri, khususnya RT 3 dan RT 4. Perusahaan berencana memperpanjang jaringan pipa agar layanan air bersih dapat menjangkau permukiman yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Perluasan jaringan juga direncanakan di Kelurahan Tubo dengan panjang sekitar 300 meter untuk menjangkau kawasan permukiman warga.

“Insyaallah, usulan ini akan dimasukkan dalam rencana kerja pada Januari nanti, sehingga pada Januari atau Februari sudah bisa dieksekusi,” kata Firman, Senin (2/11/2026).

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan di kawasan dataran tinggi, Perumda Ake Ga’ale juga mengusulkan pembangunan bak penampungan air baru di Kelurahan Tubo kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut disampaikan melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Saat ini, pengajuan tersebut telah disampaikan ke Jakarta dan masih dalam tahap pemenuhan persyaratan. Rencana pembangunan didukung ketersediaan lahan yang telah dihibahkan warga setempat. Selain bak penampungan, perusahaan juga merencanakan penambahan satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Masalah distribusi juga menjadi perhatian di kawasan Tanah Tinggi Barat. Perumda menyiapkan penambahan fasilitas distribusi untuk mengurai keterbatasan pasokan ke Kelurahan Maliaro dan sekitarnya yang selama ini mengalami giliran air hingga empat atau lima hari.

Sementara itu, pengeboran sumur tengah dilakukan di Kelurahan Ubo-ubo. Sumber air baru tersebut diharapkan dapat memperkuat suplai ke kawasan Ternate Tengah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Danau Ngade.

Meski demikian, sumber air Danau Ngade tetap dimanfaatkan dengan pengaturan distribusi yang lebih terarah. Pasokannya akan difokuskan untuk masyarakat di kawasan lingkar danau, Kelurahan Jati, dan Tabona.

Pengaturan tersebut diharapkan dapat memperpendek waktu tunggu distribusi di Jati dan Tabona, dari sebelumnya bisa mencapai lima hari menjadi satu hingga dua hari.

Pengembangan jaringan turut menyasar Kelurahan Tongole dan sebagian wilayah Moya. Perusahaan telah membangun jaringan baru dari kawasan Facei hingga Moya untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di dataran tinggi.

Di wilayah selatan Ternate, Perumda Ake Ga’ale bersama BWS Maluku Utara juga membahas rencana pembangunan bak penampungan di Kelurahan Kastela. Fasilitas ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan air bersih sekitar 18 hingga 20 kepala keluarga di Kelurahan Fora, khususnya warga yang bermukim di kawasan puncak.

Saat ini, bak penampungan yang tersedia di wilayah tersebut belum berfungsi sehingga pembangunan fasilitas baru menjadi salah satu kebutuhan yang perlu ditangani.

Firman mengatakan pengembangan layanan tidak hanya menyasar wilayah daratan Ternate, tetapi juga Pulau Hiri dan Kecamatan Moti. Perusahaan turut memberi perhatian terhadap Kecamatan Batang Dua yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan PDAM secara memadai.

“Kami tetap akan turun ke Batang Dua. Ke depan, PDAM harus bisa hadir di seluruh wilayah Ternate untuk mengelola dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur dan penambahan sumber air, Perumda Ake Ga’ale juga terus menangani gangguan distribusi, termasuk kebocoran pipa di sejumlah titik. Perbaikan dilakukan agar gangguan tidak berlangsung lama dan pelayanan kepada pelanggan segera kembali normal.

Seluruh program pengembangan tersebut ditargetkan masuk dalam rencana kerja perusahaan pada Januari 2027. Melalui langkah ini, Perumda Ake Ga’ale berharap keterbatasan pasokan dan panjangnya waktu tunggu distribusi air bersih di sejumlah wilayah Ternate dapat dikurangi secara bertahap.


Penulis: Eko Pujianto