Ketua KPU Halmahera Barat, Babul M Saifuddin menyebut pemda sebelumnya berjanji akan membayarkan sisa hibah tersebut pada Selasa kemarin, hanya saja belum juga dicairkan. Foto: Istimewa
Anggaran hibah untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024 di Halmahera Barat, Maluku Utara, hingga kini belum dicairkan sepenuhnya. Pemda Halbar pun dinilai main-main soal anggaran Pilkada.
Ketua KPU Halmahera Barat Babul M Saifuddin mengatakan, total besaran hibah yang harus diterima KPU adalah Rp26 miliar, namun saat ini baru cair 14,1 persen atau sekitar Rp5 miliar.
“Artinya, saat ini masih tersisa Rp21 miliar yang belum dicairkan oleh Pemda Halmahera Barat,” kata Babul, Selasa, 23 Juli 2024.
Babul menyebut Pemda Halmahera Barat sebelumnya berjanji akan membayarkan sisa hibah tersebut pada Selasa kemarin, hanya saja belum juga dicairkan.
“Hasil pertemuan kami dengan bupati disepakati bahwa hari ini akan dibayarkan, tetapi sampai sekarang belum. Artinya menurut kami bupati main-main dengan anggaran Pilkada,” ucapnya.
Terlambatnya pencairan sisa anggaran hibah Pilkada, menurut Babul, juga dialami Bawaslu Halbar. “Pihak Bawaslu baru menerima sebesar Rp4 miliar dari nilai keseluruhan,” ujarnya.
Kendati demikian, menurut ia, KPU Halmahera Barat sejauh ini tetap melaksanakan kegiatan meski sisa anggaran hibah masih molor.
“Sejauh ini kegiatan masih jalan, walaupun hibah dari Pemkab Halbar belum cair 100 persen kita manfaatkan yang cair kemarin,” ujarnya.
Risno La Bami resmi dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Partai Ummat Pulau Morotai, Maluku Utara. Penetapan…
Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memanggil PT Feni Haltim dan Antam Group untuk memberikan…
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, Maluku Utara, terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas literasi…
Seluruh korban yang dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil…
Ratusan sopir truk yang tergabung dalam aliansi lintas kabupaten/kota di Halmahera menggelar aksi unjuk rasa…
Pesta Babi, film bergenre dokumenter garapan jurnalis investigasi Dhandy Laksono dan Cypri Dale makin masif…