Korban saat dibawa ke RSUD CB Ternate oleh petugas damkar dan kepolisian. Foto: Istimewa
Kebakaran yang melanda satu unit rumah di Kota Ternate, Senin, 20 April 2026, mengakibatkan seorang pelajar meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi di RT 016/RW 006, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan.
Korban diketahui bernama Azzam S. Samad (14). Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasi Humas Ipda Sudirjo membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa korban merupakan seorang pelajar.
Insiden bermula sekitar pukul 09.35 WIT. Saat itu, nenek korban, Rafiatun Abdia Drakel (61), tengah menunggu cucunya di teras rumah untuk diantar ke sekolah. Tak lama kemudian, ia mendengar teriakan korban dari dalam kamar.
Ketika diperiksa, terlihat asap tebal disertai kobaran api yang berasal dari kamar korban, yang saat itu dalam kondisi terkunci dari dalam. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Seorang warga yang melintas, Ilham Saleh Mangoda (50), langsung berhenti dan bersama warga lainnya berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya penyelamatan terkendala oleh tebalnya asap, kondisi kamar yang terkunci, serta jendela yang dilengkapi terali besi, sehingga korban tidak dapat segera dijangkau.
Dua unit mobil pemadam kebakaran Kota Ternate tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIT dan berhasil memadamkan api pada pukul 10.32 WIT. Setelah api berhasil dipadamkan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar dan langsung dievakuasi ke RSUD Chasan Boesorie Ternate.
Personel Polsek Ternate Selatan yang dipimpin Kapolsek Ipda Fatmawati Sukur bersama jajaran Polres Ternate segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Ternate juga telah memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Sudirjo menambahkan, penanganan kejadian ini melibatkan personel gabungan dari Polsek Ternate Selatan, Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Reskrim, dan Sat Intelkam Polres Ternate. Mereka melakukan berbagai langkah cepat, mulai dari pengamanan TKP, membantu pemadaman api, pengaturan arus lalu lintas, hingga pengumpulan bahan keterangan.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 juta, serta menelan satu korban jiwa. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di dalam kamar korban yang menyebabkan api cepat membesar, terlebih karena material kasur berbahan busa. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi, dan jenazah rencananya akan dimakamkan di kediaman keluarga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Selatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, serta memastikan keamanan lingkungan rumah guna mencegah kejadian serupa,” tutup Sudirjo.
Oleh: Rinto Taib SEBUAH momen penting untuk menata kembali tata ruang kota Ternate untuk…
Tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa mantan Ketua…
Posko Penggalangan Dana Masjid Raya Al-Munawar Ternate kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi warga…
Pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit usai timnya takluk 4-1…
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pulau Morotai, Maluku Utara menggelar Musyawarah Cabang…
Seorang pemuda di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, Maluku Utara, menjadi korban penikaman oleh Orang Tak…