News

Kelompok Pemuda di Morotai Diduga Perkosa Gadis Berusia 15 Tahun

Seorang gadis remaja, S (15) di Pulau Morotai, Maluku Utara, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh sekelompok pemuda. Kasus ini terungkap setelah S menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya.

Ibu korban, M (41) yang didampingi suaminya, W (44), menyatakan mereka tidak dapat memberikan toleransi terhadap peristiwa yang telah dialami putrinya. Keluarga S mendesak aparat mengusut tuntas kasus ini.

Menurut M, para pelaku diketahui berjumlah lima orang. Kejadiannya baru terungkap saat S menceritakan peristiwa itu kepada neneknya.

“Kejadiannya hari kamis, Jumat malam tanggal 24 Januari sekitar jam satu malam. Saat pulang main internet, terus ada laki-laki lima orang tahan anak saya dan mereka perkosa,” ungkapnya, Rabu, 12 Februari 2025.

Kelima pelaku ini, kata dia, satu di antaranya sudah menikah sementara empat lainnya belum menikah. Ia bilang, para korban juga sempat menebar ancaman dan melakukan kekerasan fisik sebelum S dicabuli.

Usai perkosa, lanjut M, pelaku mengancam korban agar tidak memberitahu ibu dan ayahnya, jika tidak ada sesuatu hal yang terjadi kembali pada korban.

“Saat itu dia (S) tidak menceritakannya ke kami karena takut, makanya langsung pergi, kurang lebih empat hari baru kami tahu, curhat sama neneknya,” tuturnya.

Dia pun mengaku gelisah lantaran tindakan kelompok pemuda ini dinilai merusak masa depan anaknya.

“Pas tau anak saya diperkosa saya syok dan langsung lapor di kepala desa dan polisi. Masyarakat juga sudah tahu dan keluarga minta lapor kasus ini di polisi,” ucapnya.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Pulau Morotai pada 10 Februari 2025 dengan laporan bernomor polisi STPL/30/ll/SPKT/2025.

“Jadi kalu sudah lapor di polres begini harus proses dan tidak ada damai, karena semua keluarga juga tidak mau ada kata damai,” tegasnya.

Sementara korban yang berkesempatan ditemui wartawan, mengaku dalam peristiwa itu ia sempat berteriak namun ia diancam pelaku.

“Saya mau marah, tapi pelaku pegang batu, mereka bawa saya tarik-tarik di pohon pisang dan ancam jika saya beri tahu,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Petaka Nikel di Kawasi

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara (Malut) mengungkap potret buram dampak industri nikel di…

2 hari ago

Sejumlah Aktivitas Galian C di Desa Mamuya Resahkan Pengendara, APH Diminta Bertindak

Aktivitas galian C di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, menuai keluhan dari para pengendara.…

3 hari ago

Oknum Brimob di Ternate Ditetapkan Tersangka Kasus KDRT, Polda Malut Pastikan Sanksi Tegas

Polda Maluku Utara memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum anggota Brimob yang diduga terlibat…

4 hari ago

Pantauan: Tanggul Laut Desa Kenari Morotai Jebol Diterjang Ombak

Tanggul laut di Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Mortai, Maluku Utara jebol setelah diterjang…

4 hari ago

VIDEO: DODENGO

Tepatnya hari ketiga Lebaran Idulfitri 1446 H, Kamis, 3 April 2025, lapangan Desa Talaga telah…

5 hari ago

Ansor Morotai Minta Warga Tak Terprovokasi Aksi Penghalangan di Tobelo, Tapi Pelaku Harus Diadili

GP Ansor Pulau Morotai, Maluku Utara meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh insiden penghalangan terhadap…

5 hari ago