Categories: News

Penyaluran Dana Desa Tutuhu di Morotai Terlambat, Kades Beri Penjelasan

Kepala Desa Tutuhu, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara, Viktor Y Sadaro, menjelaskan terkait terlambatnya penyaluran dana desa tahap kedua tahun 2025 yang berdampak pada belum terpenuhinya hak sejumlah perangkat dan unsur kelembagaan desa.

Viktor memyampaikan bahwa total DD tutuhu tahun ini sebesar Rp.860.804.000. Dari jumlah tersebut, ia bilang, yang sudah masuk ke rekening desa baru mencapai Rp.595.481.600, sementara sisa Rp.265.322.400 belum dicairkan karena mengalami pemblokiran.

“Dana desa tersebut diperuntukkan untuk berbagai macam kebutuhan operasional, namun keterlambatan penyaluran tahap dua menyebabkan pembayaran hak-hak tersebut belum dapat direalisasikan,” kata dia saat ditemui di kantor bupati pada Senin, 29 Desember 2025.

Menurut ia, tertundanya pencairan DD tahap dua itu disebabkan oleh ketentuan regulasi yang mensyaratkan kelengkapan dan kesiapan administrasi Koperasi Desa Merah Putih.

Lanjut kata dia, koperasi tersebut baru dibentuk pada Mei 2025, dan saat dirinya masih dalam status nonaktif sebagai Kepala Desa.

“Setelah koperasi dibentuk, barulah persyaratan penyaluran DD tahap dua mulai diberlakukan. Sementara batas pemenuhan administrasi ditetapkan hingga pertengahan juli,” ungkapnya.

Ia bilang, dirinya kembali aktif menjabat sebagai Kepala Desa pada 30 Agustus 2025, sehingga proses pemenuhan administrasi tidak dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Meski demimikian, Viktor menegaskan, tidak ingin menyalahkan pihak manapun atas kondisi tersebut. Ia mengakui bahwa sebagai pimpinan desa, seluruh konsekuensi tetap menjadi tanggung jawabnya.

“Saya tidak mau melempar kesalahan ke siapa pun. Karena ini sudah menjadi resiko kepemimpinan yang harus saya hadapi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi 29 orang perangkat dan unsur desa yang belum menerima honor sejak bulan Mei. Artinya sejak Juni hingga Desember 2025, hak mereka belum terpenuhi.

“Dan saya sudah sampaikan ke mereka bahwa saya akan berusaha semaksimal mungkin. Walaupun nantinya tidak seluruh tujuh bulan bisa terpenuhi,” katanya.

“Dan hari ini, Bendahara Desa telah menandatangani SPP sebagai langkah lanjut untuk mempercepat proses penyaluran dana,” tambahnya.

redaksi

Recent Posts

Rusli Sibua Hadiri MoU Implementasi KUHP Baru di Kejati Malut

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama jajaran Kejaksaan di…

8 jam ago

Harga Beras di Ternate Melonjak Jelang Ramadan, Berikut Rinciannya

Mayoritas harga beras di Pasar Gamalama Kota Ternate, Maluku Utara, melonjak naik jelang memasuki Ramadan…

9 jam ago

Usut Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi, Jaksa Periksa Kadis Pertanian Halmahera Utara

Penyidikan dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Halmahera Utara kian menghangat. Kejaksaan Negeri Halmahera…

9 jam ago

BPKAD Morotai Realisasikan Rp 614 Juta untuk Sekretariat dan Tunjangan DPRD

Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pulau Morotai, Maluku Utara,…

12 jam ago

Kejati dan Pemprov Maluku Utara Sepakati Penerapan Pidana Kerja Sosial di 10 Kabupaten/Kota

Jaksa Agung Tindak Pidana Umum (Jampidum) Republik Indonesia, Asep Nana Mulyana, menyaksikan langsung penandatanganan nota…

14 jam ago

Mentan Ultimatum Importir dan Distributor Nakal: Mainkan Harga Pangan, Izin Dicabut!

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan keras kepada para pengusaha, distributor, hingga importir…

14 jam ago