Salah satu rumah warga di Desa Waisakai, Mangoli Utara Timur, Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang rusak akibat banjir bandang. Foto: Doc. warga for cermat
Puluhan rumah warga di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, rusak akibat hujan deras yang memicu banjir bandang di wilayah tersebut.
Peristiwa ini terjadi sejak Rabu malam, 11 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIT, ketika warga Desa Waisakai tengah melaksanakan salat tarawih. Banjir terus berlangsung hingga Kamis dini hari, 12 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIT.
Kepala Desa Waisakai, Mashun Umasugi, mengatakan banjir bandang menghantam permukiman warga dan menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
“Sebanyak 10 rumah dilaporkan rusak berat dan 9 rumah rusak ringan. Selain itu, sekitar 13 rumah lainnya sempat tergenang air,” ujar Mashun Umasugi, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, selain merusak bangunan rumah, banjir juga menghancurkan berbagai perabot rumah tangga milik warga. Sejumlah barang elektronik seperti kulkas, televisi, serta barang berharga lainnya dilaporkan terendam air.
Meski demikian, sebagian barang milik warga berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.
“Sebagian barang berhasil diamankan oleh warga dan disimpan di rumah keluarga yang tidak terkena banjir,” katanya.
Warga yang rumahnya terdampak juga langsung mengungsi ke rumah kerabat dan warga lain yang berada di lokasi lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Banjir bandang tersebut juga menyebabkan akses jalan di lingkungan desa rusak dan sebagian hilang akibat derasnya arus air. Kondisi ini sempat menyulitkan aktivitas warga setelah banjir melanda.
Setelah air mulai surut, warga Desa Waisakai kini bergotong royong membersihkan rumah serta lingkungan sekitar secara mandiri.
Mashun berharap pemerintah daerah segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak, mengingat kerusakan yang dialami warga cukup besar.
“Kami berharap ada perhatian serius serta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar dapat segera disalurkan untuk meringankan beban masyarakat,” harapnya.
Akibat bencana tersebut, total kerugian material yang dialami warga Desa Waisakai diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kejaksaan Tinggi Maluku Utara telah mengantongi bukti-bukti yang dinilai cukup dalam penanganan kasus dugaan korupsi…
Sejumlah massa aksi dari Komite Perjuangan Rakyat (Kopra) Institute menggelar demonstrasi di depan Polres Morotai,…
Tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara telah mengantongi dua alat bukti…
Dua Ruang Kelas Baru (RKB) di SMA Negeri 1 Pulau Taliabu, Maluku Utara, dipalang oleh…
Bupati Halmahera Timur secara resmi membuka kegiatan sosialisasi kebijakan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus melepas keberangkatan…
Pemerintah Kota Ternate secara resmi menggelar pelepasan 568 jemaah calon haji musim ini, pada Senin,…