PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengajak masyarakat Desa Gamlaha dan Desa Bobale, Kecamatan Kao Utara, Kabupaten Halmahera Utara, untuk menjaga kelestarian ekosistem laut melalui lomba mancing dan sosialisasi lingkungan.
Kegiatan yang digelar di Pantai Sisilang, Desa Gamlaha, pada 8 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi agenda kolaboratif perdana NHM bersama masyarakat di dua desa lingkar tambang.
Sebanyak 50 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 14.00 WIT. Peserta terdiri atas 25 karyawan NHM dan 25 warga Desa Gamlaha serta Desa Bobale.
Dengan menggunakan 10 perahu long boat dari Bobale, peserta menjelajahi sejumlah titik potensial untuk memancing di perairan antara Pulau Bobale, Desa Gamlaha, dan Tanjung Pacikara.
Tak sekadar mengedepankan kompetisi, lomba tersebut menerapkan aturan yang berorientasi pada perlindungan lingkungan. Peserta hanya diperbolehkan menggunakan teknik memancing manual dengan joran. Penggunaan bom ikan, jaring, maupun racun dilarang karena berpotensi merusak ekosistem dan biota laut.
Kepala Desa Gamlaha, Sepyukri Kriekhoof, mengapresiasi pelibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan NHM tidak hanya menjadi ruang hiburan dan silaturahmi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pantai dan ekosistem laut.
“Lebih dari sekadar kompetisi, materi sosialisasi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi warga kami untuk semakin sadar dan peduli dalam menjaga kelestarian pantai serta ekosistem di dalamnya,” ujar Sepyukri.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi bertema “Menjaga dan Melindungi Biota Laut” pada pukul 15.00 WIT.
Coordinator-Rehabilit & Recl. Mine Closure Environment NHM, Rustam Salim, yang menjadi narasumber, menekankan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan tanggung jawab lintas generasi.
Ia mengajak masyarakat memandang laut bukan hanya sebagai sumber mata pencaharian, tetapi juga sebagai warisan yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Menjaga laut hari ini bukan sekadar menjalankan program, melainkan upaya nyata dalam menjaga napas kehidupan di masa depan,” kata Rustam.
Menurut dia, penerapan teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan merupakan salah satu bentuk nyata menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus menopang kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Koordinator kegiatan dari Departemen Government Relation & Permitting (Govrel) NHM, Agam Satria, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
“Kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal ini merupakan perdana dilakukan di dua desa lingkar tambang. Selain hiburan, ada edukasi tentang cara menangkap ikan dengan baik tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Agam juga menyampaikan apresiasi atas dukungan manajemen dan Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM terhadap kegiatan tersebut.
Kegiatan ditutup dengan suasana kekeluargaan. NHM berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan di desa-desa lain, sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sumber daya laut di Halmahera Utara.
Langkah tersebut diharapkan turut menjaga kekayaan hayati perairan agar tetap lestari dan dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
