Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dibangun sejak 2022 dengan nilai anggaran sekitar Rp2,5 miliar, kini terlihat kurang terawat.
Pantauan cermat di lokasi pada Sabtu, 12 September 2026, menunjukkan halaman gedung dipenuhi rumput dan tanaman yang tumbuh di sekitar area bangunan. Sejumlah bagian luar gedung juga tampak membutuhkan pemeliharaan.
Bangunan tersebut berukuran cukup besar dan memiliki sejumlah ruangan di dalamnya. Namun, suasana di sekitar kantor terlihat sepi dan belum menunjukkan aktivitas yang lazim terlihat sebagai kantor partai politik.
Rumput yang meninggi di halaman serta tanaman liar di beberapa sisi bangunan menjadi pemandangan yang paling terlihat dari kondisi terkini kantor tersebut.
Ketua DPC PDIP Pulau Morotai, Said Banyo, yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kondisi dan pembangunan kantor tersebut, mengarahkan pertanyaan kepada Sekretaris DPC PDIP Morotai.
“Tanya ke Hean sek DPC,” tulis Said dalam pesan singkatnya.
Sekretaris DPC PDIP Morotai, Hean Rakomole, juga telah dikonfirmasi mengenai sumber anggaran pembangunan, kondisi bangunan, serta pemanfaatan kantor tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Hean belum memberikan respons.
Pembangunan kantor DPC PDIP Morotai dimulai pada 8 Februari 2022. Peletakan batu pertama saat itu dilakukan oleh Puan Maharani.
Nilai pembangunan gedung tersebut sebelumnya disampaikan Ketua DPC PDIP Morotai saat itu, Richard Samatara. Pada 2023, Richard menyebut biaya pembangunan kantor mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
