News

DPRD Warning Pemkot dan CV Diyacel Sejati Soal Percetakan Tetrapod Pelabuhan Hiri

Komisi III DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, memberi warning kepada Pemerintah Kota Ternate dan kontraktor pelaksana, CV Diyacel Sejati. Hal itu terkait terlambatnya percetakan tetrapod untuk Pelabuhan Pulau Hiri.

“Meminta kepada kontraktor pelaksana agar menambah jumlah tenaga kerja dan waktu kerja sehingga sisa tetrapod yang harus dibuat dengan sisa waktu yang ada bisa segera diselesaikan,” ucap anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Fachri Bachdar, Rabu (16/2).

Dalam kunjungan kerja ke lokasi percetakan tetrapod, bersama anggota Komisi III lainnya, Fachri mengaku mereka juga meminta agar kualitas pekerjaan dapat ditingkatkan.

“Karena biasanya pekerjaan kalau dikejar waktu terkadang tidak terkontrol soal mutu dan kualitas produknya,” tandasnya.

Ia menyebutkan, bahwa paling tidak mutu beton harus K250 yang sesuai dengan space tetrapod yang diinginkan dan sesuai dengan kontrak.

“Mutu K250 ini otomatis harus diperhatikan mutu dan kualitas campuran saat pembuatan. Mulai dari jumlah takaran semen, pasir, kerikil, dan air. Jadi pekerjaan harus dikerjakan sebaik mungkin sesuai kontrak pekerjaan,” jelasnya.

Fahri bilang kini sudah ada 307 buah tetrapod tipe I (besar) dan 190 buah untuk tipe II (kecil) yang sudah dicetak.

“Untuk target penyelesaian cetak diperkirakan pekan depan sudah selesai,” akunnya.

Sedangkan, rekanan pekerja percetakan tetrapod pemecah ombak pelabuhan Pulau Hiri, Ghazali, meminta kepada Pemerintah Kota Ternate memperpanjang waktu kerja proyek tersebut.

Ini agar pekerjaan tahap kedua nanti saat percetakan dan pemasangan tetrapod bisa berjalan dengan maksimal.

“Jika nanti pekerjaan ini memasuki tahap kedua, waktu yang harus di berikan kepada rekanan yang memenangkan tender proyek tahap kedua, harus lebih panjang sampai dengan 6 bulan, agar pekerjaan bisa lebih maksimal,”kata Gazali

Ia menuturkan, pekerjaan tersebut tak semudah mengerjakan satu bangunan gedung. Karena ini pekerjaan mencetak satu beton, dan itu meski sudah selesai cetak dan sudah kering, namun masih menunggu sampai dua hari baru bisa membuka mal cetaknya.

“Nanti angkutnya memakai satu bakal dengan berat beban 1,8 ton tetrapod itu, orang berasumsi memakai teori dan logi atas pekerjaan ini di lapangan sangatlah bedah,”bebernya.

Bahkan ia sudah menyarankan kepada pihak Komisi III DPRD Kota Ternate, agar nanti bisa lebih awal lakukan proses tender proyek tahap kedua ini. Sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi alam.

“Daerah pelabuhan pulau Hiri di Sulmadaha itu, pada Juni sampai Oktober sudah teduh bagus cuacanya, sehingga bagus untuk dilakukan pemasangan tetrapod,”cetusnya.

“Jadi sisa waktu pekerjaan tahap awal di bulan ini, masuk Maret sampai Mei itu bisa cetak tambah lagi jika proyek tahap dua sudah jalan. Sehingga Juni sampai Oktober itu bisa lakukan pemasangan,” sambubgnya.

Ia mengaku untuk adendum, pihaknya tetap lakukan pembayaran atas pinalti pekerjaan di akhir bulan ini.

“Jadi bayar denda itu tetap dilakukan oleh kami ke negara, dan itu sesuai aturannya harus bayar jika proyek masuk adendum,”jelasnya.

Ia menambahkan, untuk permintaan penambahan karyawan dalam bekerja sesuai arahan pihak DPRD Komisi III itu tetap dirinya menyanggupi. Hanya saja saat ini masih terkendala dengan lahan.

“Jadi lahan saat ini sudah penuh, karena hasil cetak besar dan sedang tetrapod sudah memenuhi lokasi pelabuhan Pulau Hiri. Sehingga saya akan menyewa lokasi baru di belakang pos Dishub di area pelabuhan tersebut,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Pansus II DPRD Ternate Finalisasi 2 Ranperda, Atur Cadangan Pangan dan Investasi Pro-UMKM

Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…

9 jam ago

Disdik Morotai Beri Penjelasan soal Bantuan Pendidikan tak Kunjung Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…

9 jam ago

Jaksa Kembali Periksa Sekda Malut, Dalami Kasus Korupsi Anggaran Mami dan WKDH

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…

10 jam ago

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…

14 jam ago

Bantuan Pendidikan 2023 Belum Disalurkan, HMI Morotai Desak Inspektorat Lakukan Audit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…

15 jam ago

Rizal Marsaoly: Pers Adalah Kunci Pembangunan Negeri

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…

17 jam ago