News  

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Mauluddin Wahab, Asisten 1 Setda Pulau Morotai. Foto: Aswan Kharie/cermat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul menurunnya jarak pandang akibat kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah.

Mauluddin Wahab, Asisten I Setda Morotai mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak dari El Nino yang memicu kekeringan dan kebakaran lahan. Saat ini, jarak pandang disebut hanya sekitar satu kilometer.

“Melihat keadaan yang ada, akibat dari dampak El Nino yang terjadi di Morotai itu dua hal, yaitu kekeringan dan kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap. Jarak pandang saat ini kurang lebih satu kilometer,” ujarnya, saat ditemui diruang kerjanya Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan. Asap dari pembakaran lahan dan semak disebut mulai dirasakan warga.

“Yang kedua juga kabut asap ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Rata-rata di setiap puskesmas, anak-anak sudah terkena flu dan batuk akibat dari asap itu,” katanya.

Meski Morotai belum ditetapkan dalam kondisi darurat kabut asap, kata dia, pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah pencegahan. Salah satunya dengan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan.

Pemerintah menilai aktivitas pembakaran menjadi salah satu penyumbang asap yang cukup besar di tengah kondisi cuaca kering.

Selain itu, warga diminta mengurangi kegiatan yang tidak mendesak di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada nelayan. Penurunan jarak pandang dinilai dapat meningkatkan risiko saat melaut, terutama bagi mereka yang beraktivitas cukup jauh dari daratan.

“Bagi nelayan apabila melaut itu sudah harus ekstra hati-hati. Jangan sampai akibat kabut terus kehilangan arah dan tidak bisa kembali,” ujarnya.

Baca Juga:  Gamhas Beberkan Krisis Air Bersih di Ternate yang Luput di Mata Pemerintah
Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hdiayat