News

Morotai Buka Peluang Gaet Kapal Ikan dari Bitung, Syaratkan 50 Persen Tenaga Lokal

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) membuka peluang kerja sama dengan pengusaha perikanan asal bitung untuk menghadirkan kapal penangkap ikan di perairan Morotai.

Namun, kerja sama tersebut akan disertai syarat, yakni wajib mempekerjakan minimal 50 persen tenaga kerja lokal.

Kepala DKP Morotai, Jhon Tiala, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Ke depan mungkin kami berencana bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha Bitung untuk datangkan kapal-kapal penangkap, tapi dengan syarat harus mempekerjakan masyarakat Morotai paling tidak 50 persen,” kata Jhon ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin, 23 Februari 2026.

Selain kewajiban menyerap tenaga kerja lokal, ia bilang, hasil tangkapan tidak lagi langsung dibawah keluar daerah. Ikan yang ditangkap diharapkan dapat dikelola di Morotai guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Hasil tangkapan itu tidak lagi dibawa atau dijual keluar dari Morotai. Dan ini sudah saya sampaikan ke bupati,” tegasnya.

Saat ini, kata dia, kontribusi terbesar PAD dari sektor perikanan masih didominasi satu perusahan, yakni Harta Samudra. Pihaknya menilai kehadiran perusahaan baru akan menciltakan persaiangan yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.

“Kami optimis bahwa ketika ada perusahan baru selain Harta Samudra, mungkin kedepan akan lebih baik, karena kemarin penyumbang PAD terbesar itu hanya satu perusahan,” jelasnya.

Selain rencana kerja sama, DKP juga terus mengoptimalkan sumber PAD yang telah berjalan, seperti sewa sarana dan prasarana (saspras) serta retribusi hasil laut yang keluar dari Morotai.

“Kami selain sewa saspras yang sudah berjalan sejak tahun kemarin, juga menarik retribusi dari hasil laut yang keluar dari Morotai. Sehingg dengan berbagai langkah tersebut, kami menargetkan PAD Morotai tahun ini dapat melampaui capian sebelumnya yang telah menembus angka lebih dari Rp2 miliar,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

IWIP Memasuki Babak Baru Hilirisasi Nikel, Presiden RI Luncurkan 11 Proyek dan Lepas Ekspor Perdana Baterai EV

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memasuki fase baru pengembangan ekosistem industri setelah Presiden Republik…

13 jam ago

Kementan Salurkan 346,6 Ton Pupuk untuk Petani Pulau Taliabu

Kementrian Pertanian resmi mendistribusikan pupuk organik sebanyak 346,6 Ton untuk penanaman dan peremajaan kelapa di…

13 jam ago

Polres Morotai Bantu Keluarga Korban Tersengat Listrik di Desa Bido

Jajaran Polres Pulau Morotai, Maluku Utara menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga korban meninggal dunia akibat…

13 jam ago

Menolak Jimly

Oleh: Hendra Kasim   BANYAK reaksi pasca Putusan MK No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Salah satunya datang dari…

1 hari ago

Resmi Dilantik, PP HPMS Siap Perkuat Konsolidasi Organisasi

Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Periode 2026–2031 resmi dilantik Jumat, 9 Oktober…

1 hari ago

Kejati Malut Hentikan Penyidikan Dugaan Korupsi yang Menyeret Eks Wakil Gubernur

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi belanja makan dan…

2 hari ago