Advetorial

Pemda Halut Gelar Konsultasi Publik  Penyusunan KLHS RPJPD Tahun 2025-2045

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menggelar kegiatan Konsultasi Publik I Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (KLHS RPJPD) Tahun 2025-2045.

Kegiatan yang berlangsung di Ball room Green land Hotel Tobelo, Kamis, 05 September 2024, ini dihadiri oleh seluruh OPD di lingkungan Pemda Halut.

Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kajian KLHS merupakan amanat Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan 6 Lingkungan Nomor 32 Tahun 2009. Hal ini sebagaimana telah diubah sebagian dengan Undang-undang Nomor tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam melakukan suatu perencanaan pembangunan.

“Dokumen ini merupakan instrumen wajib dalam upaya memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan, terintegrasi dalam pembangunan daerah dan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Frans.

Ia memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan di Halut merupakan pembangunan berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan hidup. Sehingga, kata ia, dapat membantu menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

“Besar harapan kami, kepada Kadis DLH Provinsi Maluku Utara selaku narasumber dan juga tim ahli nantinya, dapat memberikan materi, ide, saran, masukan untuk rekomendasi yang tepat dan terukur,” ungkapnya.

“Serta mampu menjawab setiap permasalahan yang dihadapi pemerintah Kabupaten Halmahera Utara khususnya untuk tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahannya.

Frans juga bilang, peran aktif dan sinergitas semua pihak juga sangat diharapkan, agar dapat menghasilkan data yang akurat serta informasi yang tepat untuk menjadi bahan rekomendasi dalam menyepakati isu strategis.

“Semoga partisipasi kita semua mampu melahirkan KLHS RPJPD Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2025-2045 yang lebih bermakna dan bermanfaat dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya.

redaksi

Recent Posts

Kopdes Merah Putih, Program Populis Sarat Polemik

Oleh: Dinda Rahma Al-Hujairah PEMERINTAH kembali meluncurkan langkah ambisius melalui program nasional pendirian 80.000 Koperasi…

4 jam ago

Gemusba Soroti Kesenjangan di Balik Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

Generasi Muda Sultan Baabullah (Gemusba) menilai pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 19,64 persen pada…

2 hari ago

Mendorong Tubo Jadi Kampung Tua di Ternate

Upaya memperkuat identitas Kelurahan Tubo sebagai salah satu kampung tua di Kota Ternate terus didorong…

2 hari ago

Kejati Maluku Utara Luncurkan Program PENYALA untuk Tingkatkan Kinerja Jaksa

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara meluncurkan proyek perubahan bertajuk Peningkatan Kinerja SDM untuk Jaminan Kualitas…

2 hari ago

Ketika Salwa Salsabila Kharie Harumkan Nama Morotai Lewat Duta Ekobudaya Indonesia

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Salwa Salsabila Kharie,…

3 hari ago

Gapolida; Pulau Hiri, Bahasa & Mantra

Oleh: Ramdan Sahib PERTEMUAN pertama saya dengan WDGafoer tidak terjadi secara langsung, melainkan lewat remah-remah…

4 hari ago