Samsul Bahri Radjab, Sekretaris Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Morotai. Foto: Aswan Kharie/cermat.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi UKM (Perindagkop) Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok (sembako) menjelang bulan suci Ramadan dalam kondisi aman, dengan harga relatif stabil.
Sekretaris Dinas Perindagkop Morotai, Samsul Bahri Radja mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan inpeksi dan sidak langsung di lapangan.
“Jadi terkait stok barang dan harga menjelang Ramadan, kemarin teman-teman OPD terkait yang dipimpin langsung oleh pak Asisten II sudah melakukan inpeksi sekaligus sidak soal ketersediaan stok dan harga barang,” kata Samsul, Kamis, 22 Januari 2026.
Dari hasil sidak tersebut, ia bilang, stok kebutuhan pokok di Morotai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. “Hasil sidak kemarin memastikan bahwa stok barang dalam kondisi aman,” ujarnya.
Ia juga menilai kelancaran distribusi barang juga didukung oleh ketersediaan sarana transportasi laut. “Untuk transportasi, saat ini sudah ada satu kapal tol laut dan satu kapal reguler. Jadi saya kira untuk menjelang Ramadan ini tetap aman,” jelasnya.
Terkait harga, kata dia, belum ada kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Untuk harga juga masih aman seperti tahun 2025 kemarin, belum ada kenaikan. Harga sembako yang biasanya fluktuatif, bisa naik bisa turun, itu sangat tergantung pada jadwal kapal tol laut,” katanya.
Ia bilang, pada tahun lalu sempat terjadi lonjakan harga akibat gangguan tol laut. “Di tahun 2025 sempat ada kejadian kapal rusak di Ternate, sehingga terjadi kenaikan harga secara serentak karena stok di Morotai berkurang,” ungkapnya.
Namun demikian, dengan adanya tambahan kapal reguler saat ini, pemerintah opitimis persoalan kekurangan stok dapat dihindari. “Harapannya, dengan tambahan kapal reguler ini, stok sembako tidak akan berkurang lagi,” tambahnya.
Meski stok dan distribusi dinilai aman, Dinas Perindagkop tetap meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik permainan harga oleh pelaku usaha.
“Kami tetap mengawasi agar tidak ada permainan harga. Karena ada barang subsidi pemerintah melalui tol laut dan ada barang non-subsidi melalui kapal reguler, maka pengawasan sudah harus rutin dilakukan,” tegasnya.
Ia menegaskan, sanksi akan diberikan kepada pedagang yang melanggar kesepakatan. “Kalau ada pengusaha nakal yang bermain harga, maka pakta integritasnya akan kami tinjau kembali,” tutupnya.
Sejumlah wartawan di Kota Ternate yang sebelumnya melaporkan bos Malut United, David Glen Oie ke…
Ketua DPRD Provinsi, Iqbal Ruray, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang…
Kendala listrik padam tampaknya masih jadi pekerjaan rumah PLN di Maluku Utara. Meski kebutuhan energi…
Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Wasile, Wasile Selatan,…
Menjelang arus mudik Lebaran, aspek keselamatan transportasi laut kembali menjadi sorotan. Hal ini mengingat Maluku…
Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan…