Ketua Bawaslu Halmahera Utara, Ahmad Idris. Foto: Istimewa
Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Halmahera Utara, Maluku Utara, resmi menghentikan atau menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan politik uang politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mariane Priska Tajibu.
Kasus yang sudah tahap penyidikan ini dihentikan setelah Priska dilantik menjadi anggota DPRD Halmahera Utara periode 2024-2029.
Tim penyidik Sentra Gakumdu menerbitkan SP3 dengan alasan kasus ini tidak cukup bukti sesuai dengan keterangan ahli pemilu dan ahli pidana dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.
Sebelumnya, Priskan dilaporkan pada Selasa 15 Oktober 2024 lantaran diduga jadi tim pemenangan salah satu paslon bupati. Ia ditengarai memberikan bantuan berupa tongkat kepada seorang disabilitas.
Tak sampai di situ, Priska melalui akun pribadi di facebook juga memposting foto, terlihat keduanya mengangkat 2 jari simbol dari Paslon SMART.
Ketua Bawaslu Halmahera Utara, Ahmad Idris ketika dikonfirmasi membenarkan kasus yang diduga melibatkan anggota DPRD itu tidak dapat dilanjutkan karena kekurangan alat bukti.
“Prinsipnya kasus itu tidak dapat ditindaklanjuti. Karena tidak cukup bukti,” jelas Ahmad, Selasa, 5 November 2024.
Ahmad menambahkan, kasus yang sudah ditahap penyidikan bisa saja dihentikan jika tidak memenuhi alat bukti.
Disentil jika kasus sudah di tahap penyidikan tim penyidik telah mengantongi 2 alat bukti, Ahmad mengaku benar adanya.
“Awalnya begitu, setelah tim penyidik memintai keterangan 2 orang ahli, berpendapat begitu (SP3),” akunya.
Ahmad bilang kasus ini sepenuhnya berada di dalam rana tim penyidik.
“Itu sudah di rana penyidik Gakumdu, meraka yang melakukan petakan penyidikan,” pungkasnya.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara (Malut) mengungkap potret buram dampak industri nikel di…
Aktivitas galian C di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, menuai keluhan dari para pengendara.…
Polda Maluku Utara memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum anggota Brimob yang diduga terlibat…
Tanggul laut di Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Mortai, Maluku Utara jebol setelah diterjang…
Tepatnya hari ketiga Lebaran Idulfitri 1446 H, Kamis, 3 April 2025, lapangan Desa Talaga telah…
GP Ansor Pulau Morotai, Maluku Utara meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh insiden penghalangan terhadap…