News  

Solidaritas dan Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penyalaan lilin, simbol doa dan solidaritas untuk kelima jurnalis. Foto: Andre/Antara

Puluhan lilin menyala di pelataran Landmark Ternate, Rabu malam (23/9). Cahaya kecil itu menjadi simbol solidaritas jurnalis Kota Ternate, untuk lima jurnalis asal Jakarta yang hingga kini belum ditemukan saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Aksi solidaritas itu digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama sejumlah jurnalis. Dalam suasana malam yang tenang, para jurnalis menyampaikan pesan solidaritas sebelum dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan kelima jurnalis tersebut.

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar mengatakan aksi itu merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sesama jurnalis. Terlebih, kelima jurnalis itu dilaporkan hilang ketika menjalankan tugas jurnalistik di tengah situasi bencana.
“Ini bentuk solidaritas kami untuk rekan-rekan jurnalis yang sedang dalam situasi sulit. Kami berharap mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.

Menurut dia, risiko kerja jurnalistik tidak bisa dilepaskan dari tugas jurnalis di lapangan. Dalam situasi bencana, jurnalis tetap berada di garis depan untuk mendapatkan informasi dan menyampaikannya kepada masyarakat.

Nyala lilin dalam aksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik informasi yang diterima publik, terdapat kerja jurnalistik yang memiliki risiko. Para jurnalis kerap harus berada di lokasi dengan kondisi yang tidak menentu demi memastikan masyarakat mendapatkan informasi.

Lima jurnalis asal Jakarta itu diketahui hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga aksi solidaritas digelar di Ternate, keberadaan mereka belum diketahui.

Doa bersama kemudian menjadi penutup aksi. Di antara cahaya lilin yang menyala, para jurnalis Ternate berharap kabar baik segera datang dan kelima rekan jurnalis dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca Juga:  Pengisian Pjs Bupati Pulau Morotai adalah Transisi Kekuasaan Politik ke Birokrasi
Penulis: TimEditor: Rian Hidayat