News  

Empat Suku di Halmahera Utara Buat Ritual Persiapan Aksi Protes

Proses ritual masyarakat adat di Malifut, Halmahera Utara. Foto: Istimewa

Empat suku di Halmahera Utara melakukan ritual meminta restu leluhur dan alam semesta. Ritual tersebut untuk persiapan aksi protes terhadap salah satu perusahaan pertambangan emas di daerah tersebut.

Empat suku tersebut yakni Suku Isam, Boeng, Modoe, dan SukuTowiliko.  “Ritual tadi berlangsung sekitar 15 sampai 20 menit di pimpin oleh Bapak Kristian Koyoba, sebagai tetua utama yang memberikan mandat/gelar Tubol Ma Lamok kepada saya, sejak 16 Januari 2012 silam,” ungkap Afrida Erna Ngato Ketika dihubungi cermat, Senin 15 Oktober 2026.

Afrida bilang, keberadaan perusahan tambang emas ini, selain terganggunya akses Masyarakat Adat ke hutan tempat sumber pangan dan roh leluhur bersemayam, juga kondisi musim kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), membuat kondisi warga semakin sulit.

Sebab itu, ia meminta agar publik dapat mengertahui tujuan ini lewat media. Bahwa, akan ada aksi lanjutan beberapa hari kedepan, direncanakan pada 8 Oktober 2026. Selain itu, kata Afrida, pada aksi nanti, juga dilakukan proses ritual.

“Saat proses ritual, masyarakat adat dari empat suku akan bergabung dan meminta semua pihak menghargai karena ada imbauan; Satu hari tidak boleh melewati wilayah adat kecuali orang sakit atau meninggal (keadaan darurat),” ujarnya.

Afrida bilang, solidaritas Masyarakat adat ini terbangun selain sulitnya akses mereka ke hutan yang dikuasai persuahaan tambang, juga karena adanya upaya dugaan kriminalisasi  terhadapnya, sebagai Pemimpin Masyarakat Adat Suku Isam.

Baca Juga:  Tahun 2024, Dinkes Taliabu akan Tambah 2 Bangunan Puskesmas