News  

Pangan Murah Siap Hadir di Morovest 2026

Distan morotai buka stan pangan murah di lokasi Morovest 2026. Foto: Istimewa

Membantu meringankan belanja masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Maluku Utara, menyiapkan Gerakan Pangan Murah selama pelaksanaan Morovest 2026 pada 26–29 Oktober mendatang.

Program ini dihadirkan untuk memudahkan warga dan pengunjung memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, terutama komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasaran, seperti cabai rawit dan cabai keriting.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai, Tahmid Bilo, mengatakan pelayanan pangan murah akan dibuka melalui stan dinas selama festival berlangsung.

“Gerakan Pangan Murah akan kami laksanakan selama kegiatan Morotai Festival berlangsung. Kami mengajak masyarakat dan pengunjung untuk datang ke stan Dinas Pertanian karena pelayanan tetap dibuka selama kegiatan,” ujar Tahmid, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurutnya, kenaikan harga cabai menjadi salah satu perhatian karena berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

“Kehadiran program ini diharapkan bisa memberi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih bersahabat,” ujarnya.

Tak hanya menyediakan bahan pangan murah, kata Tamhid, pihaknya juga membuka pelayanan informasi serta administrasi distribusi pupuk bersubsidi bagi petani.

“Warga yang belum terdaftar dalam kelompok tani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pendaftaran dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke stan dinas di lokasi festival,” terangnya.

Selain itu, ia bilang, tersedia layanan pemeriksaan dan pengobatan hewan secara gratis. Dinas juga menerima laporan petani yang mengalami kerusakan lahan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tahmid mengimbau petani yang lahannya terdampak kebakaran, terutama dari desa-desa yang telah menyelesaikan pendataan, agar segera melaporkan kondisi lahan mereka melalui stan pelayanan tersebut.

Baca Juga:  Dipraperadilan, Kejari Tidore Kepulauan Pastikan Penetapan Tersangka Kasus Pengadaan Speedboat Sesuai Prosedur

“Pelaporan itu diperlukan untuk membantu dinas menghimpun informasi mengenai kerusakan lahan pertanian dan kondisi yang dialami petani di lapangan,” jelasnya.

“Kami berharap masyarakat dan pengunjung dapat memanfaatkan pelayanan ini dengan sebaik-baiknya, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun bagi petani yang ingin mengurus administrasi pupuk bersubsidi,” tambahnya.

Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hidayat