Categories: News

AJI Ternate Minta Media Massa di Malut Tak Keliru Beritakan Kekerasan Seksual

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate menyoroti masalah pemberitaan kasus kekerasan seksual di Maluku Utara yang dinilai masih mengabaikan kode etik jurnalis.

Menurut AJI Ternate, kebanyakan pemberitaan media massa di Maluku Utara cenderung tidak menggali atau menggunakam perspektif korban dalam menuliskan kasus kekerasan seksual.

“Padahal media masa punya peran penting memberi pemahaman kepada publik dan memberikan perlindungan kepada korban kekerasan seksual, bukan turut menghakimi korban yang berujung memunculkan efek traumatik,” kata Suryani Tawari, Koordinator Divisi Gender AJI Ternate, Kamis, 10 April 2025.

Suryani menyebut, AJI Ternate menemukan sejumlah pemberitaan terkait kekerasan seksual yang kerap menyebutkan nama para korban, desa, sekolah, jenis kelamin, warna kulit, hingga suku, yang memudahkan orang dapat melacak identitas korban.

Teranyar, kata dia, adapun berita terkait kekerasan seksual yang terjadi di Halmahera Selatan. “Itu juga terdapat dalam pemberitaan kekerasan seksual di Halsel beberapa hari lalu,” ucapnya.

“Ada penulisan berita yang mengganti nama korban dengan sebutan mawar untuk menyamarkan nama asli dari korban, padahal ada banyak orang yang memiliki nama mawar. Artinya, bisa menimbukan prespektif yang berbeda atau menjadikan orang lain sebagai korban baru,” tambahnya.

Media massa seharusnya menghindari pemberitaan yang bias gender dan menyampaikan semua data serta informasi yang menyangkut seseorang, karena hal itu telah diatur dalam Pasal 5 Kode Etik Wartawan Indonesia.

Ia bilang, pasal itu menyatakan wartawan Indonesia tidak boleh menyebutkan dan menyiarkan identitas kejahatan susila.

“Hanya saja media kadang memgabaikan. Media bahkan menulis kronologis secara utuh. Jadi pembaca seakan-akan turut menyaksikan secara langsung kejadian. Media menggambarkan proses awal korban dilecehkan, dimana dan bagaimana korban dilecehkan. Ini justru memunculkan trauma bagi korban,” terang Suryani.

Pasal 8 Kode Etik Wartawan Indonesia juga menyebutkan wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani. “Namun, amatan dari AJI masih temukan pemberitaan yang mendiskriminasi korban,” katanya.

Selain itu, kata dia, jurnalis harus menunjukkan sikap profesional dalam menjalankan tugas dengan menghormati hak privasi dan pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian berita.

Suryani mendesak aparat serta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan mendorong sosialisasi secara masif tentang kekerasan seksual kepada masyarakat luas.

“AJI Ternate turut mendesak para pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka. AJI juga berkomitmen mengawal kasus ini hingga ke pengadilan,” ujarnya.

redaksi

Recent Posts

Pansus II DPRD Ternate Finalisasi 2 Ranperda, Atur Cadangan Pangan dan Investasi Pro-UMKM

Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…

7 jam ago

Disdik Morotai Beri Penjelasan soal Bantuan Pendidikan tak Kunjung Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…

8 jam ago

Jaksa Kembali Periksa Sekda Malut, Dalami Kasus Korupsi Anggaran Mami dan WKDH

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…

8 jam ago

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…

12 jam ago

Bantuan Pendidikan 2023 Belum Disalurkan, HMI Morotai Desak Inspektorat Lakukan Audit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…

14 jam ago

Rizal Marsaoly: Pers Adalah Kunci Pembangunan Negeri

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…

15 jam ago