Harmonia de Joga Bonito

Budhy Nurgianto, penulis. Foto: Doc. Pribadi

Oleh: Budhy Nurgianto
Penikmat SepakBola Dari Kaki Gamalama

Handphone saya berdering pada Minggu pagi tadi, sebuah notifikasi pesan dari kawan Venox dan Nuryadin Rahman, Direktur Eksekutif Brazil Fans Club Ternate, memecah kesunyian. Mereka mengabarkan bila tim Samba-julukan timnas Brasil- akan bermain lagi pada Senin dini hari ini melawan Norwegia. Saya diminta untuk ikut dalam acara nonton bareng (nobar) gembira di Benteng Orange. Mereka mengatakan akan ada lebih dua orang ikut nonton laga itu. Tanpa basa basi saya pun langsung menyetujui, karena tanpa diminta pun saya tetap akan nonton harmoni (Harmonia de) Joga Bonito.

Joga Bonito sendiri merupakan —dua kata dalam bahasa Portugis- yang menjadi falsafah hidup sepak bola Brasil. Dua kata yang berarti “Permainan yang Indah” itu bagi orang brasil bukan sekadar slogan atau gaya bermain, namun merupakan sudah menjadi identitas kultural.

Sebagai fans berat Brasil, nonton laga melawan Norwegia adalah kewajiban untuk melihat ambisi membalas dendam sejarah, uji nyali sebelum “laga final”. Kita tahu, Norwegia bagi Brasil adalah lawan tangguh yang tidak mudah untuk dikalahkan. Pada Piala Dunia 1998, Norwegia bahkan pernah memberikan kejutan, mengalahkan Brasil 2-1 pada fase grup, meski kemudian Brasil tetap melaju ke final. Tetapi kekalahan itu tetap dikenang.

Pada laga kali ini, saya percaya Selecao akan tampil dengan permainan yang apik dan menawan. Memperagakan atraksi sepakbola sebagai seni yang indah dan enak ditonton. Don Carlo Ancelotti pasti akan membawa angin perubahan yang dinamis dan modern. Menyuntikkan kedisiplinan Eropa tanpa mematikan kreativitas alami khas jalanan Rio de Janeiro pada tubuh selecao.

Don Carlo, saya prediksi akan mengandalkan permainan menyerang dengan penguasaan bola yang dominan saat melawan Norwegia dini hari nanti. Kehadiran pemain kreatif di lini depan seperti Vinicius Junior, Endrik, dan Matheus Cunha sudah pasti akan dipasang untuk mendobrak lini belakang Norwegia. Mereka akan diarahkan menciptakan peluang melalui kombinasi umpan pendek, kecepatan di sektor sayap dan Vinicius Junior menjadi salah satu sosok yang paling diharapkan untuk itu. Don Carlo bahkan diprediksi memasang Casimero, Bruno dan Danilo untuk membantu lini depan.

Baca Juga:  Mengapresiasi Bantuan Studi Mahasiswa Cetusan Pemda Halmahera Tengah

Karena itu laga melawan Norwegia ini sudah pasti Brasil akan tampil penuh dan semangat tinggi. Apalagi laga ini akan diingat menjadi laga pembuktian sekaligus momentum untuk menghapus dahaga gelar juara dunia yang sudah berlangsung selama hampir seperempat abad sejak tahun 2002. Melawan Norwegia, bagi Brasil menjadi saksi kembalinya raja sepak bola dunia, tempat di mana sepak bola indah tidak hanya menghibur mata, tetapi juga menjadi juara.

Untuk itu, dini hari nanti saya percaya Brasil akan tampil dominan pada laga melawan Norwegia, dan saya pastikan akan menonton laga ini dengan gembira dan penuh keyakinan. Saya akan datang ke Benteng Orange untuk menonton pertandingan secara terbuka-tara pakai sembuyi-sembunyi. Menyaksikan Joga Bonito kembali memukau dunia, Bermain tidak hanya untuk menang, tetapi untuk mengingatkan dunia bahwa sepak bola adalah keindahan dan itu bernama Brasil. Rumo ao Hexa !