Dr. H. Muhammad Kasuba, yang didampingi istrinya Ny. Diah Erawati saat kampanye di Halmahera Utara. Foto: Istimewa
Simbol memperjuangkan tradisi leluhur dan mengangkat narasi komunitas Canga dan O’Hongana Manyawa terlihat saat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Muhammad kasuba-Basri Salama (MK-BISA) memilih kampanye perdana mereka di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Dr. Sofyan Abas, menilai, pemilihan lokasi kampanye perdana di Halmahera Utara oleh paket MK-BISA dinilai sebagai pilihan yang cerdas dan strategis.
Kedatangan Dr. H. Muhammad Kasuba, yang didampingi istrinya Ny. Diah Erawati, disambut oleh ribuan simpatisan MK-Bisa dengan semangat yel-yel “MK-Bisa Menang, Halut Bungkus”. Juga di jemput dengan tarian Cakalele pada Jumat 27 September 2024.
Sofyan bilang, pilihan lokasi kampanye awal mengandung makna sejarah yang terkait langsung dengan tanah leluhur calon Gubernur H.Muhammad Kasuba, yang merupakan putra asli Tobelo-Galela.
Katanya, Muhammad Kasuba merupakan satu-satunya calon kepala daerah dari etnis Tobelo-Galela sehingga prosesi politik tak lepas dari kultural Tobelo-Galela.
”Ini bentuk penghormatan dan penghargaan Ustadz H. Muhammad Kasuba kepada tradisi warisan leluhur mereka,” pungkasnya.
Senada, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Galela Ramadani Ismail, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Dr. H. Muhammad Kasuba di Halmahera Utara.
Menurutnya, Halmahera Utara sebagai salah satu dari tiga wilayah di Maluku Utara, memiliki tempat khusus di hati MK. Ramadani optimistis MK-BISA akan menang di wilayah yang merupakan basis tradisionalnya itu.
“Ustad sangat mencintai Halut dan juga sangat dicintai oleh masyarakat Tobelo-Galela, Di pilgub sebelumnya ustad selalu unggul, dan kita optimis di 2024 juga akan seperti itu,” jelasnya.
Ramadani menambahkan, masyarakat Halmahera Utara sangat antusias menyambut kedatangan Dr. H. Muhammad Kasuba, yang dianggap sebagai panutan suku Togale dan dipandang sebagai figur orang tua oleh warga Tobelo Galela. (Tim)
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara (Malut) mengungkap potret buram dampak industri nikel di…
Aktivitas galian C di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara, menuai keluhan dari para pengendara.…
Polda Maluku Utara memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum anggota Brimob yang diduga terlibat…
Tanggul laut di Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Mortai, Maluku Utara jebol setelah diterjang…
Tepatnya hari ketiga Lebaran Idulfitri 1446 H, Kamis, 3 April 2025, lapangan Desa Talaga telah…
GP Ansor Pulau Morotai, Maluku Utara meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh insiden penghalangan terhadap…