News

Pelabuhan Hiri Tak Berfungsi Usai Diresmikan, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadis PUPR

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an, mendapat sorotan tajam atas hasil pembangunan Pelabuhan Hiri yang dinilai tidak sesuai kebutuhan masyarakat maupun aspek mitigasi.

Sorotan ini muncul setelah diresmikan pada Rabu, 15 Januari 2025, Pelabuhan Hiri tak dapat difungsikan. Proyek ini dianggap tidak direncanakan dan dieksekusi dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang merugikan warga setempat.

Ruang tunggu pelabuhan, yang seharusnya mendukung berbagai aktivitas mobilitas masyarakat Hiri, justru dinilai sempit dan tidak fungsional. Fasilitas ini tidak mendukung aktivitas bongkar muat barang seperti bahan bangunan dan perabot rumah tangga, yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, akses jalan keluar ruang tunggu yang terlalu sempit semakin memperburuk situasi.

Tidak hanya itu, breakwater yang dibangun di sisi kiri pelabuhan juga menuai kritik. Alih-alih memberikan perlindungan, keberadaan breakwater ini justru memicu pusaran gelombang di pintu masuk pelabuhan saat gelombang pasang. Kondisi ini dinilai membahayakan motoris atau pengemudi speedboat yang ingin merapat atau keluar dari pelabuhan.

“Breakwater ini dibangun tanpa perencanaan yang matang. Pusaran gelombang yang terjadi sangat menyulitkan dan berbahaya bagi keselamatan pengguna pelabuhan,” ujar Wawan Ilyas, pegiat Aliansi Masyarakat Pemuda Hiri (AMPUH), Kamis, 16 Januari 2025.

Buruknya perencanaan yang terus berubah dan hasil akhir yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat dinilai mencerminkan lemahnya kinerja Kepala Dinas PUPR. Oleh karena itu, Wali Kota Ternate dan Sekretaris Kota Ternate didesak untuk segera mengevaluasi Rus’an.

“Proyek breakwater ini sudah dikonsultasikan secara berkala oleh pihak AMPUH dan Pemerintah Kota, tetapi hasilnya tetap tidak sesuai kebutuhan dan tidak mempertimbangkan mitigasi yang matang. Artinya, proyek ini dilakukan secara serampangan. Kami mendesak agar Kepala Dinas PUPR segera dievaluasi,” tegas Wawan.

Masyarakat Hiri berharap Pemerintah Kota Ternate dapat mengambil langkah tegas untuk memperbaiki kondisi pelabuhan dan memastikan perencanaan ke depan benar-benar mempertimbangkan kebutuhan serta keselamatan masyarakat. Evaluasi terhadap kebijakan dan eksekusi proyek di Dinas PUPR dinilai penting untuk menghindari permasalahan serupa di masa depan.

redaksi

Recent Posts

Graal: Persistensi DPD RI atas RUU Daerah Kepulauan Berbuah Manis

Persistensi DPD RI atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan memasuki lembaran baru. Pada Kamis, 25…

2 jam ago

Jaksa Jerat Aliong Mus dengan Pasal Berlapis dalam Kasus ISDA Taliabu

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menjerat mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, dengan pasal berlapis…

6 jam ago

Beragam Kegiatan Digelar Polres Taliabu Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar serangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara…

7 jam ago

Diperiksa sebagai Tersangka Kasus ISDA Taliabu, Jaksa Tahan Eks Bupati Aliong Mus

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menahan mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, usai menjalani…

7 jam ago

Buntut Piton Raksasa Teror Warga, Pemkab Taliabu Akan Gandeng BRIN Susun Sistem Mitigasi

Fenomena kemunculan ular piton raksasa di kawasan permukiman hingga menyerang warga saat berangkat ke kebun…

1 hari ago

Polisi Ungkap Motif Dugaan Pelecehan Tarian Adat Cakalele

Tim penyidik Subdit V Siber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mengungkap…

1 hari ago