News  

Pemkot Ternate Klaim Penanganan Sampah Terus Digencarkan

Tumpukan sampah dari Kalimati/Barangka yang menumpuk di bibir pantai Sasa. Foto: La Ode Zulmin/Istimewa

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Maluku Utara melalui Bidang Persampahan mengklaim terus intensifkan penanganan sampah di kawasan kalimati atau barangka.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah sekaligus mengantisipasi masalah lingkungan saat musim hujan.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal, mengatakan penanganan sampah jadi perhatian dalam rapat bersama Sekretaris Daerah Kota Ternate. Ia bilang DLH diminta menyusun rencana atau jadwal penanganan secara terarah.

Asmal mengaku kegiatan pembersihan dilakukan secara rutin setiap pekan dengan menyasar barangka di sejumlah titik kelurahan.

“Setiap Minggu saya sudah turun langsung dari kelurahan ke kelurahan untuk mengurangi sampah di dalam barangka,” ujarnya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Menurut ia, DLH berupaya menjadi garda terdepan dalam penanganan sampah di kawasan tersebut. Meski begitu, upaya pembersihan harus dibarengi dengan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah kelurahan agar masyarakat tidak kembali membuang sampah ke barangka.

Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, setelah pembersihan dilakukan, pemerintah kelurahan diharapkan memaksimalkan pengawasan di wilayah masing-masing.

“Setelah kami melakukan pembersihan, pemerintah kelurahan harus memaksimalkan pengawasan. Ini yang perlu diperhatikan karena pengawasan masih lemah,” jelasnya.

Selain pembersihan, DLH juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Asmal mengakui, masalah sampah tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga ketersediaan sarana pendukung, seperti tempat sampah dan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Menurut dia, keterbatasan fasilitas tersebut turut memengaruhi kebiasaan masyarakat membuang sampah ke barangka karena dianggap lebih mudah dijangkau dibandingkan lokasi pembuangan yang jauh.

“Ketika turun ke masyarakat, mereka juga mengeluhkan sarana, seperti tong sampah dan TPS. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat memilih membuang sampah ke barangka karena dianggap lebih mudah,” ungkapnya.


Penulis: Eko Pujianto

Editor: Rian Hidayat