News

Puluhan Rumah untuk Korban Banjir Bandang Rua, Ternate, Mulai Dibangun

Puluhan rumah Hunian Tetap (Huntap) untuk korban Banjir Bandag Rua mulai dibangun di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara. Pembangunan tersebut dipastikan rampung dalam tiga bulan, akhir tahun 2024.

Hal itu tersampaikan saat Disperkimtan Kota Ternate, Dinas PUPR Kota Ternate, Satker Perumahan Maluku Utara, dan PT. Nindya Karya selaku pelaksana pembangunan melaksanakan rapat koordinasi di lokasi Huntap, Kelurahan Jambula, Kamis 26 September 2024.

Rapat koordinasi itu dalam rangka memastikan kesiapan jelang pembangunan huntap yang telah disiapkan Pemkot Ternate sebanyak 50 unit termasuk musala.

Selian itu, disepakati juga sistem penataan lokasi yang nantinya akan dikerjakan PT. Nindya Karya, setelah material bangunan tiba di Ternate, tanggal 2-9 Oktober 2024.

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Rus’an M. Nur Taib mengatakan, melalui rapat itu mereka ingin memastikan penyelesaian rangka blok plan, dan pemindahan lokasi bangunan musala.

“Kita sepakati lokasi musala berada di tengah pemukiman yang memudahkan akses warga, dan itu sudah kita sepakati,” kata Rus’an.

“Kita sepakati lokasi musala berada di tengah pemukiman yang memudahkan akses warga, dan itu sudah kita sepakati,” kata Rus’an.

Bangunan rumah dan lingkungannya akan dibuat sangat asri dan nyaman, selain itu juga akan dibangun sejumlah fasilitas umum termasuk instalasi rumah air minum dan listrik pada setiap rumah yang dibangun.

“Kami juga sudah koordinasi dengan PLN dan PDAM tinggal pelaksanaannya saja, Insya Allah 21 Desember 2024 sudah selesai dan dilakukan peresmian oleh pak wali kota. Bahkan data calon penghuni rumah juga kita siapkan,” jelasnya.

Tonny juga mengimbau kepada warga calon penerima bantuan rumah huntap agar tidak terprovokasi dengan informasi sepihak yang sengaja dimainkan oknum tertentu yang tidak bertanggung-jawab. Karena warga yang mendapat bantuan itu dihitung berdasarkan jumlah rumah.

“Tidak perlu khawatir bapak ibu, karena data penerima bantuan rumah itu tidak akan berubah, karena datanya sudah melalui verifikasi yang dilakukan sesuai dengan di lapangan,” imbaunya.

Sementara itu, PPK Rumah Susun Satker Perumahan Maluku Utara, Sadli Soleman mengatakan, waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah huntap dimulai sejak 13 September 2024 dan ditargetkan selesai 21 Desember 2024.

Hal itu memungkinkan karena lokasi yang disiapkan Pemkot Ternate di Kelurahan Jambula cukup bagus.

“Terima kasih banyak Pemkot sudah membantu menyiapkan lokasi, tinggal kita menunggu panel datang baru kita lihat kecepatan pekerjaannya. Karena panel yang rencananya tiba di Ternate pada 2 sampai 9 Oktober dan langsung distribusi ke lokasi,” katanya.

Sambil menunggu panel saat ini pihaknya sudah mulai menyiapkan fondasi, sehingga ketika panelnya tiba di lokasi maka langsung dipasang.

Karena rumahnya sudah jadi, maka kata dia, begitu bahan tiba langsung tinggal datang pasang dan dilakukan finishing dan atap.

“Karena kita perkirakan untuk rumahnya saja satu bulan,” terangnya. Selain rumah huntap, tambah dia, akan dibangun juga fasilitas penunjang lainnya seperti jalan, drainase, IPAL komunal, listrik PJU dan musala. (TS/Erdian)

redaksi

Recent Posts

Gemusba Soroti Kesenjangan di Balik Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

Generasi Muda Sultan Baabullah (Gemusba) menilai pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 19,64 persen pada…

20 jam ago

Mendorong Tubo Jadi Kampung Tua di Ternate

Upaya memperkuat identitas Kelurahan Tubo sebagai salah satu kampung tua di Kota Ternate terus didorong…

1 hari ago

Kejati Maluku Utara Luncurkan Program PENYALA untuk Tingkatkan Kinerja Jaksa

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara meluncurkan proyek perubahan bertajuk Peningkatan Kinerja SDM untuk Jaminan Kualitas…

1 hari ago

Ketika Salwa Salsabila Kharie Harumkan Nama Morotai Lewat Duta Ekobudaya Indonesia

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Salwa Salsabila Kharie,…

2 hari ago

Gapolida; Pulau Hiri, Bahasa & Mantra

Oleh: Ramdan Sahib PERTEMUAN pertama saya dengan WDGafoer tidak terjadi secara langsung, melainkan lewat remah-remah…

3 hari ago

Biaya Pemasangan Listrik di Taliabu Dikeluhkan, Begini Respons PLN

Setelah bertahun-tahun menanti, tiga desa di Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, akhirnya…

3 hari ago