Categories: News

Sultan Ternate Tegaskan Larangan Politik Praktis dalam Pelantikan dan Rapat Kerja GEMUSBA

Generasi Muda Sultan Baabullah (GEMUSBA) resmi menggelar pelantikan pengurus dan rapat kerja di Pendopo Bala Kedaton Kesultanan Ternate, Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Adat dan Kepemimpinan Muda sebagai Mercusuar Peradaban.”

Acara tersebut dihadiri Sultan Ternate ke-49 Hidayatullah Sjah selaku Dewan Pembina GEMUSBA, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, perwakilan Pemerintah Kota Ternate, Kapolres Ternate, Dandim, serta perangkat adat Kesultanan Ternate.

Dalam sambutannya, Sultan Hidayatullah Sjah memaparkan sejarah lahirnya GEMUSBA yang berakar sejak 1966. Organisasi ini awalnya bernama Pemuda Dewan Adat (PEDA), dibentuk atas inisiatif ayah Sultan dengan arahan kakeknya yang saat itu berstatus tahanan kota pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, sebagai upaya membangkitkan kembali kekuatan dan eksistensi kerajaan.

Pada 1968, nama organisasi berubah menjadi Pemuda Baabullah. Kemudian pada 1998, sepulang Sultan dari Jakarta setelah berkarier sebagai wartawan, organisasi ini kembali mengalami perubahan nama menjadi Generasi Muda Sultan Baabullah (GEMUSBA) agar memiliki cakupan peran yang lebih luas. Hingga akhirnya pada 2026, organisasi ini dibangkitkan kembali dengan nama GEMUSBA Reborn.

Sultan menegaskan bahwa secara historis GEMUSBA memiliki basis massa yang besar, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 16.000 orang yang tersebar di seluruh Maluku Utara. Organisasi ini juga pernah berperan penting dalam misi kemanusiaan saat konflik sosial, salah satunya dengan mengevakuasi warga Nasrani dari wilayah selatan ke Keraton demi menjamin keselamatan mereka.

Pada kesempatan tersebut, Sultan Hidayatullah Sjah menekankan larangan keras bagi pengurus dan anggota GEMUSBA untuk terlibat dalam politik praktis atas nama organisasi. Ia menegaskan, meskipun anggota diperbolehkan berpolitik secara individu, namun tidak diperkenankan membawa nama GEMUSBA ke ranah politik praktis.

“Saya tidak akan segan-segan membekukan kepengurusan apabila organisasi ini melanggar jalur non-politik yang telah ditetapkan,” tegas Sultan dalam sambutannya.

Sultan juga mendorong generasi muda untuk berjuang melalui jalur intelektual, dengan memanfaatkan pendidikan dan kapasitas diri guna memajukan Maluku Utara. Fokus utama GEMUSBA, menurutnya, adalah menyuarakan kepentingan adat serta mempertahankan hak-hak adat di Maluku Utara.

“Saya berharap GEMUSBA Reborn mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku Utara dan bangsa Indonesia. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan wejangan dan pendampingan kepada generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai pemilik masa depan bangsa, khususnya di Maluku Utara dan Ternate. Ia mengajak anak muda untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan.

“Generasi muda harus menjadi pemain, bukan sekadar penonton di masa depan,” kata Sarbin.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara adat, budaya, dan nilai agama secara harmonis, terutama di tengah dampak hilirisasi pertambangan. Menurutnya, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, generasi muda dan pemerintah harus bersama-sama mengawal regulasi terkait tanah adat dan menjaga kelestarian hutan.

Sarbin turut menyoroti karakter Ternate sebagai kota yang humanis, rukun, dan toleran terhadap pendatang, sebagaimana tercermin dalam sejarah panjangnya. Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda membangun demokrasi yang berlandaskan persatuan dengan prinsip Marimoi Ngone Futuru, bukan politik praktis yang memecah belah.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan Pilkada 2024 yang berlangsung kondusif berkat peran Kesultanan dan elemen pemuda. Pemerintah berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dan kolaborasi dengan GEMUSBA melalui dinas-dinas terkait demi kemajuan daerah,” tutup Sarbin.

redaksi

Recent Posts

Ketika Salwa Salsabila Kharie Harumkan Nama Morotai Lewat Duta Ekobudaya Indonesia

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Salwa Salsabila Kharie,…

9 jam ago

Gapolida; Pulau Hiri, Bahasa & Mantra

Oleh: Ramdan Sahib PERTEMUAN pertama saya dengan WDGafoer tidak terjadi secara langsung, melainkan lewat remah-remah…

1 hari ago

Biaya Pemasangan Listrik di Taliabu Dikeluhkan, Begini Respons PLN

Setelah bertahun-tahun menanti, tiga desa di Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, akhirnya…

2 hari ago

Fans Diminta Taati Imbauan saat Nobar Piala Dunia di Kawasan Benteng Oranje

Pengelola Cagar Budaya Benteng Oranje, Kota Ternate, menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat menjaga keselamatan dan…

2 hari ago

Bupati Haltim Pastikan PPPK dan Honorer Tak Akan Dirumahkan, Pemda Siapkan Skema Alternatif

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memastikan belum memiliki rencana untuk merumahkan maupun memberhentikan Pegawai Pemerintah dengan…

2 hari ago

Polisi Libatkan Dua Kementerian Jadi Ahli dalam Penyelidikan Kapal Pengangkut Ore Nikel Tenggelam di Halteng

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara terus mendalami kasus tenggelamnya kapal tongkang…

2 hari ago