News  

8 Tahun Terkendala, Jalan Pandanga–Juanga Morotai Akhirnya Dikerjakan

Jalan Pandanga-Juanga Morotai yang mulai dikerjakan. Foto: Istimewa

Setelah sekitar delapan tahun terkendala persoalan pembebasan bangunan kafe, ruas jalan yang menghubungkan Desa Pandanga menuju Desa Juanga, Pulau Morotai, Maluku Utara, akhirnya mulai dikerjakan.

Pembangunan ruas jalan tersebut kini memasuki tahap awal berupa penimbunan material sirtu sebelum nantinya dilapisi aspal hotmix. Pekerjaan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Morotai.

Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu, 19 September 2026, terlihat sejumlah pekerjaan penimbunan mulai dilakukan pada ruas jalan Pandanga–Juanga. Ruas tersebut juga menjadi salah satu akses utama masyarakat menuju Desa Juanga dan Pelabuhan Feri.

Kepala Dinas PUPR Morotai, Fahmi Usman, mengatakan pekerjaan jalan tersebut saat ini telah masuk tahap penimbunan. Ruas yang akan dilapisi hotmix memiliki panjang sekitar 800 meter.

“Jalan raya kabupaten antara Desa Pandanga dan Juanga atau arah ke Pelabuhan Feri telah dikerjakan tahap penimbunan. Ini pembangunan hotmix baru, kurang lebih 800 meter,” jelasnya.

Fahmi berharap pembangunan ruas jalan tersebut dapat segera dituntaskan sehingga akses masyarakat dari pusat kota menuju Desa Juanga, termasuk Pelabuhan Feri, menjadi lebih mudah.

“Semoga jalan ini segera tuntas kami kerjakan. Harapannya, pembangunan infrastruktur yang memadai ini bisa membuat masyarakat lebih mudah memanfaatkan jalan dengan jauh lebih baik,” ujarnya.

Selain ruas Pandanga–Juanga, ia bilang, PUPR Morotai juga mengerjakan jalan lingkungan di Desa Pandanga. Pekerjaan tersebut mencakup jalan lorong dengan panjang sekitar satu kilometer.

Kata dia, pengukuran untuk pembangunan jalan lingkungan tersebut telah dilakukan dan pekerjaan sudah mulai dikerjakan.

“Jalan lingkungan atau jalan lorong di Desa Pandanga sekitar kurang lebih satu kilometer dan sudah dikerjakan,” katanya.

Dengan demikian, total pekerjaan jalan yang dilakukan di kawasan Pandanga–Juanga mencapai sekitar 1,8 kilometer, terdiri dari sekitar 800 meter ruas jalan utama yang akan di-hotmix dan sekitar satu kilometer jalan lingkungan.

Baca Juga:  Polda Maluku Utara Tutup Tambang Emas Ilegal di Pulau Obi

Sementara itu, pekerjaan infrastruktur jalan juga terlihat berlangsung di kawasan pusat kota, Desa Gotalamo. Pada lokasi tersebut, pekerjaan diawali dengan pembangunan dan pelebaran saluran drainase sebagai bagian dari penataan infrastruktur jalan.

Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hidayat