News  

BNPB Catat Kerusakan Materil Akibat Banjir di Halmahera Barat 

Kondisi rumah pasca banjir di Loloda, Halmahera Barat. Foto: Istimewa

Hujan deras yang mengguyur wilayah Maluku Utara beberapa waktu lalu memicu bencana banjir yang merusak sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Halmahera Barat menjadi wilayah dengan dampak paling parah akibat peristiwa tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data kerusakan dan dampak banjir di Halmahera Barat pada 7 Januari 2025. Banjir dilaporkan melanda lima kecamatan dan sembilan desa, yakni Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio).

Dalam kejadian ini, dua orang warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda. Selain itu, sebanyak 726 kepala keluarga atau sekitar 3.444 jiwa terdampak langsung, dengan sekitar 1.500 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kerugian materiil akibat banjir terbilang signifikan. BNPB mencatat sebanyak 726 unit rumah terdampak, dengan rincian 34 unit rumah rusak berat, tiga unit rusak sedang, dan 286 unit rusak ringan. Tak hanya itu, satu unit rumah toko (ruko) juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Saat ini, kebutuhan mendesak bagi para korban banjir meliputi tenda dan terpal, matras atau alas tidur, makanan siap saji, sembako, paket kebutuhan bayi, selimut, family kit, perlengkapan kebersihan, serta berbagai obat-obatan. Obat yang dibutuhkan antara lain untuk batuk, darah tinggi, diare, gatal-gatal, influenza, demam, vitamin, serta perlengkapan pertolongan pertama (P3K).

Adapun lokasi pengungsian sementara berada di rumah-rumah penduduk, SD Tongute Ternate, dan Balai Desa Tongute Ternate Asal. Posko penanganan bencana telah didirikan di Kantor BNPB Halmahera Barat serta di Posko Desa Gamici, Kecamatan Ibu.

Baca Juga:  Kantor Dinas Koperasi Ternate Digeledah, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus Retribusi

Hingga kini, bantuan bagi para korban banjir di Halmahera Barat masih sangat dibutuhkan dan diharapkan dapat segera disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak.

Penulis: Eko Pujianto K. SahibEditor: Ghalim Umabaihi